Internasional

Xi Jinping Masuki Masa Kepemimpinan Ketiga, Jadi yang Terkuat Sejak Mao Zedong

Xi Jinping segera memasuki masa kepemimpinan yang ketiga kalinya. Kini ia menjadi pemimpin China terkuat sejak Mao Zedong.

Editor: Isvara Savitri
NYMAG VIA TRIBUN BALI
Presiden China, Xi Jinping. Sbeentar lagi Xi akan masuk ke masa kepemimpinan ketiga. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pada 16 Oktober 2022, Partai Komunis China akan menggelar kongres lima tahunan.

Presiden China, Xi Jinping, juga dikabarkan siap mengamankan masa jabatannya kedepan.

Ya, saat ini XI Jinping merupakan pemimpin terkuat Negeri Tirai Bambu sejak Mao Zedong.

Saat ini, Xi Jinping memasuki masa kepemimpinan ketiga.

Politbiro mengumumkan pada hari Selasa tanggal mulai kongres, yang biasanya berlangsung sekitar seminggu dan sebagian besar berlangsung secara tertutup di Aula Besar Rakyat di sisi barat Lapangan Tiananmen di pusat Beijing.

Xi, 69 tahun, terus mengkonsolidasikan kekuasaan sejak menjadi sekretaris jenderal partai satu dekade lalu, menghilangkan faksi oposisi terhadap pemerintahannya.

Baca juga: Anime Genre Sci-fi Subtitle Indonesia di Situs anoBoy, Ada Bounen no Xamdou hingga Plastic Memories

Baca juga: Pusat Provinsi dan Kota Keroyokan Bangun Manado Sulawesi Utara

Xi diperkirakan akan melakukan kontrol yang sebagian besar tak tertandingi atas penunjukan kunci dan arahan kebijakan di Kongres yang oleh banyak pengamat China disamakan dengan penobatan.

Terlepas dari tantangan yang menghadang jalannya menuju masa jabatan ketiga, dari ekonomi yang hampir mati, pandemi COVID-19 dan protes publik yang jarang terjadi hingga meningkatnya friksi dengan Barat dan ketegangan atas Taiwan, Xi siap mengamankan mandat dalam mengejar visi besarnya untuk "peremajaan bangsa China" untuk tahun-tahun mendatang.

Sejak mengambil alih kekuasaan, Xi, putra seorang revolusioner komunis, telah memperkuat partai dan perannya di seluruh masyarakat dan menghilangkan ruang untuk perbedaan pendapat.

Suasana saat Presiden China Xi Jinping melakukan inspeksi pasukan sebelum digelarnya parade perayaan 70 tahun Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat, di Qingdao, Provinsi Shandong, Selasa (23/4/2019).
Suasana saat Presiden China Xi Jinping melakukan inspeksi pasukan sebelum digelarnya parade perayaan 70 tahun Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat, di Qingdao, Provinsi Shandong, Selasa (23/4/2019). (SCMP / XINHUA)

Di bawah Xi, China juga menjadi jauh lebih tegas di panggung global sebagai pemimpin negara berkembang dan alternatif dari tatanan pasca-Perang Dunia II yang dipimpin AS.

"Dia akan membawa China ke pendekatan kebijakan yang lebih Sino-sentris, khususnya kebijakan luar negeri," kata Steve Tsang, direktur SOAS China Institute Universitas London. 

"Dia juga akan memperkuat pentingnya partai memimpin segalanya di China, dan partai mengikuti pemimpinnya sepenuhnya," kata Tsang.

Baca juga: Survei Poltracking: Elektabilitas PDIP Tertinggi, Gerindra-Golkar Bersaing, PPP Terancam tak Lolos

Baca juga: Sejumlah Pejabat Pemkab Mitra Sulawesi Utara Dirotasi, Djelly Waruis Jabat Sekretaris DPRD

Kemungkinan pengaruh Xi ke masa jabatan lima tahun ketiga, dan mungkin lebih, ditetapkan pada 2018 ketika ia menghilangkan batas dua masa jabatan untuk kepresidenan, posisi yang akan diperbarui pada pertemuan parlemen tahunan pada bulan Maret.

Pada hari Rabu, situs web resmi Partai People's Daily memposting infografis yang menyoroti visi Xi, termasuk salah satu pernyataan khasnya: "Partai, pemerintah, militer, rakyat, pendidikan; timur, selatan, barat, utara, tengah: partai memimpin segalanya."(*)

 

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul "Kongres 5 Tahunan China Awal Oktober Dilihat Sebagai Penobatan Xi untuk Periode ke-3".

Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved