Kecelakaan Lalu Lintas
Kecelakaan Maut Tadi Pukul 12.36 WIB, 11 Tewas usai Truk Tabrak Halte dan Tiang, Banyak Siswa SD
Kecelakaan maut di Jalan Sultan Agung, Kota Baru, Kota Bekasi, Jawa Barat, 11 Orang Tewas
TRIBUNMANADO.CO.ID - Terjadi kecelakaan maut di Jalan Sultan Agung, Kota Baru, Kota Bekasi, Jawa Barat pada Rabu siang ini.
Peristiwa kecelakaan tersebut melibatkan kendaraan truk yang menabrak halte dan tiang telekomunikasi.
Akibatnya sebanyak 11 orang kini dikabarkan meninggal dunia setelah sebelumnya disampaikan 10 korban tewas.
Baca juga: Ternyata Ferdy Sambo Sempat Lakukan Hal Ini Sebelum Tembak Brigadir J, Terkuak Usai Rekonstruksi

Update Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Latif Usman mengatakan total ada 31 orang yang menjadi korban kecelakaan maut di Jalan Sultan Agung Kota Bekasi, Rabu (31/8/2022) siang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 20 orang mengalami luka-luka, serta 11 orang tewas yang tujuh diantaranya merupakan murid sekolah dasar (SD).
Diungkapkan oleh Latif, jika tujuh orang korban tewas merupakan pelajar sekolah dasar SDN Kota Baru II dan III Kota Bekasi.
Dari 11 korban tewas akibat ditabrak truk kontainer ini, 8 diantaranya berada di RSUD Kota Bekasi dan 3 lainnya di RS Amanda, Bekasi.
Sebelumnya kecelakaan maut yang terjadi di Jalan Sultan Agung, Kota Baru, Kota Bekasi, Rabu (31/8) siang, menyebakan sebanyak 10 orang dikabarkan meninggal dunia. 7 korban diantara merupakan anak sekolah dasar, tiga orang dewasa.
Hal ini disampaikan oleh Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Latif Usman saat memantau lokasi kejadian.
Saat kejadian itu, menurut Kombes Latif Usman, para korban tengah berada di halte ketika jam pulang sekolah.
"Anak sekolah yang meninggal ada 7 orang (dewasa 3). Mereka sudah benar menunggunya di halte dalam posisi anak menunggu di halte," kata Kombes Latif Usman, Rabu (31/8/2022).
Hingga saat ini, dikatakan Kombes Latif, dugaan sementara peristiwa kecelakaan maut di Jalan Sultan Agung, Kota Bekasi akibat truk kontainer bernopol N 8051 EA yang melaju ke arah Harapan Indah itu oleng dan tidak bisa mengendalikan kemudinya.
"Untuk sementara yang kami lihat adalah letak personling ada di gigi 3. Kami duga kecepatannya masih di atas 60 km perjam, ini masih kita duga," katanya.
Meski begitu lanjut Latif, pihak kepolisian masih melakukan penyidikan secara menyeluruh atas insiden kecelakaan maut ini. Pihaknya pun juga sudah mengamankan supir truk untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
"Lebih lanjut, akan kami lakukan penyelidikan. Saat ini supir juga sudah kita amankan, nanti akan kita tanya tujuannya dari mana kemana," ucapnya.

Tabrak Tiang
Dikabarkan sebelumnya sebuah truk kontainer bernopol N 8051 EA terlibat kecelakaan di Jalan Sultan Agung, Kota Baru, Kota Bekasi, Rabu (31/8) siang sekira pukul 12.36 WIB. Dilaporkan ada korban jiwa atas insiden tersebut.
Berdasarkan pantauan Tribunbekasi.com di lapangan, truk bermuatan besi itu menabrak tiang sinyal yang berada di depan SDN Kota Baru II dan III, Kota Bekasi, tiang itu pun ambruk hingga melintang ke jalan, bahkan sempat menimpa satu buah mobil di arah berlawanan.
Sementara itu, dikabarkan jika ada korban jiwa atas peristiwa ini. Hingga saat ini petugas kepolisian dari Polres Metro Bekasi Kota tengah melakukan penutupan sementara di lokasi kecelakaan.
Untuk kendaraan yang akan menuju Harapan Indah, masih dapat melintasi namun hanya menggunakan jalur kiri dari Harapan Indah ke arah Kranji.
Akibat kecelakaan ini pun juga membuat kondisi arus lalu lintas dari Kranji ke arah Harapan Indah Kota Bekasi macet total. Beberapa warga pun masih memadati lokasi kejadian sehingga membuat arus lalu lintas makin tersendat.
Hingga saat ini kronologi kejadian kecelakaan hingga korban jiwa atas insiden ini masih dalam konfirmasi petugas kepolisian Polres Metro Bekasi Kota.
Kesaksian Warga
Seorang warga bernama Heri (30) menceritakan kengerian kecelakaan maut yang terjadi di Jalan Sultan Agung, Kota Baru, Kota Bekasi, Rabu (31/8/2022) siang.
Menurut Heri, saat kecelakaan maut itu terjadi, banyak warga yang berteriak histeris minta tolong.
Heri mengaku tak melihat secara pasti awal mula kecelakaan maut yang melibatkan truk kontainer bernopol N 8051 EA itu.
Saat itu ia hanya mendengar teriakan warga yang histeris minta pertolongan.

"Posisi saat itu saya lagi di dalam kantor. Nah itu dengan kayak suara tabrakan gitu. Nggak lama dengar teriak warga. Pada histeris gitu minta tolong, langsung saya lihat," kata Heri, Rabu (31/8/2022).
Diungkapkan Heri, ketika itu dirinya sudah melihat truk kontainer sudah menabrak sebuah tiang telekomunikasi persis di depan SDN Kota Baru II dan III, Jalan Sultan Agung, Kota Baru, Bekasi Barat Kota Bekasi.
Ketika kejadian kecelakaan itu, ia menyebut memang tengah bertepatan jam pulang anak sekolah.
Maka dari itu ia langsung mencoba mendekat ke lokasi kejadian, dan benar ada beberapa anak sekolah dasar (SD) yang menjadi korban.
"Saya juga sempat itu menolong anak SD dua orang, itu laki-laki. Mereka itu kejepit pagar besi. Karena kan saat itu memang lagi jam pulang sekolah, kondisinya anak itu luka-luka," katanya.
Tak berselang lama, ketika dirinya mencoba menyelamatkan dua anak SD itu, ia sempat mencoba menyelamatkan yang lain.
Tiang telekomunikasi yang ditabrak truk itu mulai miring, hingga akhirnya ambruk menimpa satu kendaraan roda empat yang ada di depannya.
"Pas kita mau menolong itu, warga teriak, itu tower mau jatuh. Nah jadi tower itu ambruk nggak langsung, jadi agak lama terus miring pelan-pelan, terus ambruk timpa mobil," ujarnya.