Konflik Rusia dan Ukraina

Rusia Dituding Rekrut Tahanan untuk Berperang di Ukraina, Ini Komentar Amerika Serikat

Rusia dikabarkan semakin kekurangan prajurit untuk berperang di Ukraina. Kini, Rusia tengah merekrut prajurit besar-besaran termasuk dari tahanan.

Editor: Isvara Savitri
Tribunnews.com/Photo by Handout/Russian Defence Ministry/AFP
Tangkapan layar ini diperoleh dari video selebaran yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan Rusia pada 17 Mei 2022, menunjukkan anggota layanan Ukraina saat mereka digeledah oleh personel militer pro-Rusia setelah meninggalkan pabrik baja Azovstal yang terkepung di kota pelabuhan Mariupol, Ukraina. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kini Rusia tengah berusaha menggaet lebih banyak tentara agar mau berperang di Ukraina.

Bahkan kabarnya saat ini tentara Rusia juga merekrut tahanan.

Hal tersebut diungkapkan oleh seorang pejabat senior di pertahanan Amerika Serikat.

Pada Kamis (25/8/2022), Presiden Rusia, Vladimir Putin, memang meningkatkan jumlah tentara sekitar 10 persen.

Mulai Januari tahun depan, total prajurit Rusia menjadi 1,15 juta orang.

Setelah mengalami kemunduran yang signifikan dan kehilangan pasukan yang besar dalam enam bulan setelah menginvasi Ukraina, Pentagon percaya, "upaya itu tidak mungkin berhasil, karena Rusia secara historis tidak memenuhi target personel dan kekuatan," kata pejabat itu.

Baca juga: Terlambat Rilis, Berikut Spoiler dan Link Nonton Anime One Piece Episode 1031, Lengkap Jadwal Tayang

Baca juga: Kecelakaan Maut, Satu Orang Tewas, Truk Trailer Alami Rem Blong Tabrak Truk Lain

"Rusia sudah mulai mencoba untuk memperluas upaya perekrutan," kata pejabat itu kepada wartawan, seperti dikutip Channel News Asia.

"Mereka telah melakukan ini sebagian dengan menghilangkan batas usia atas untuk anggota baru, dan juga dengan merekrut tahanan," ungkap pejabat AS itu.

"Banyak dari rekrutan baru ini terlihat lebih tua, tidak layak dan tidak terlatih," imbuh pejabat itu.

Kendaraan yang hancur terlihat di dekat sebuah monumen di lokasi serangan militer Rusia, saat serangan Rusia di Ukraina berlanjut, di Vinnytsia, Ukraina, 14 Juli 2022.
Kendaraan yang hancur terlihat di dekat sebuah monumen di lokasi serangan militer Rusia, saat serangan Rusia di Ukraina berlanjut, di Vinnytsia, Ukraina, 14 Juli 2022. (Kontan.co.id/Press service of the State Emergency Service of Ukraine/Handout via REUTERS)

Kesimpulan Pentagon adalah setiap rekrutan baru mungkin tidak secara efektif memperluas kekuatan tempur Rusia secara keseluruhan pada akhir tahun, menurut pejabat itu.

Bahkan sebelum perang, angkatan bersenjata Rusia mungkin kekurangan 150 ribu personel dari target yang mereka nyatakan sebanyak satu juta prajurit, pejabat itu menambahkan.

Baca juga: Halte Seharga Rp 90 Juta Kini Jadi Tempat Sampah, Ganggu Pemandangan Kota Manado Sulawesi Utara

Baca juga: Kamaruddin Kecewa Tak Diizinkan Ikut Rekonstruksi Pembunuhan Brigadir J, Akan Lapor Presiden

Pada awal Agustus lalu, Wakil Menteri Pertahanan AS Colin Kahl memperkirakan, 70 ribu hingga 80 ribu orang Rusia tewas atau terluka di Ukraina sejak invasi pada 24 Februari.(*)

 

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul "AS: Rusia Cari Lebih Banyak Tentara untuk Perang di Ukraina, termasuk Rekrut Tahanan".

Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved