Presiden Joko Widodo

Sah! Presiden Joko Widodo Meresmikan Kartu Kredit Pemerintah dan QRIS Antar Negara

Presiden meresmikan kartu kredit pemerintah dan Qris antar negara di Gedung Bank Indonesia

https://money.kompas.com/read/2022/08/29/123531626/luhut-minta-bi-dan-ojk-terus-kembangkan-kartu-kredit-pemerintah-domestik
Presiden Jokowi meresmikan kartu kredit pemerintah dan Qris antar negara 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Presiden RI Joko Widodo meluncurkan kartu kredit pemerintah dan QRIS antar negara, Senin (29/8/2022).

Presiden meminta agar Gubernur Bank Indonesia dan Bank - bank Himbara melaksanakan pendampingan implementasi KKP domestik dan QRIS antar negara.

“Mungkin dulu pembayarannya mundur-mundur dengan kartu kredit ini mestinya begitu transaksi langsung bayarnya sudah masuk ke rekening kita,” ujarnya.

Kemudian, Presiden berharap komitmen penggunaan produk dalam negeri dalam belanja yang dilakukan Pemerintah pusat, daerah, dan BUMN dapat ditaati. Jangan sampai uang yang didapat dari pajak kemudian dibelanjakan produk impor.

“Kepala LKPP saya sampaikan berkali-kali agar sistem yang mengawal ini betul-betul segera bisa selesai dan daerah semuanya dengan semangat yang sama, membeli produk-produk dalam Negeri,” ucapnya.

Presiden mengatakan komitmen aksi afirmasi belanja produk dalam negeri oleh kementerian/lembaga, pemerintah daerah dan BUMN sudah menembus Rp800 triliun. Dari jumlah tersebut yang sudah terealisasi sebesar Rp400 triliun.

“Sudah lebih dari target, tapi kalau bisa masuk ke 800 triliun itu dan betul-betul produknya itu produk dalam negeri apalagi produk lokal apalagi produk UMKM, pergerakan ekonomi di bawah ini akan kelihatan,” pungkasnya.

Sementara itu Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan KKP domestik nantinya akan dapat memfasilitasi pembelian barang dan jasa baik pusat maupun daerah dengan skema pembayaran kartu kredit pemerintah. Pemrosesan belanja tersebut dilakukan secara domestik.

“Sekaligus ini menindaklanjuti instruksi bapak Presiden melalui Inpres 2 tahun 2022 yaitu menggunakan transaksi non tunai untuk belanja pemerintah baik di pusat maupun di daerah untuk mencintai penggunaan produk Dalam Negeri.

Pada tahap awal menurutnya implementasi KKP domestik dilakukan dengan interkoneksi QR Indonesia standart atau QRIS yang didukung 85 penyelenggara dengan 20,3 juta merchant.

“Sehingga ini betul-betul bisa langsung dilakukan. Sekaligus QRIS ini juga sudah dilakukan untuk mendukung gerakan bangga buatan Indonesia, gerakan bangga wisata Indonesia. khususnya bagi pelaku UMKM untuk dapat bertransaksi secara digital,” pungkasnya.

Baca juga: Presiden Joko Widodo Akan Umumkan Kenaikan Harga BBM, Inflasi Indonesia Capai Level Tertinggi

Baca juga: Respon Presiden Joko Widodo Ketika Ditanya Dukung Siapa di Pilpres 2024: Santai

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved