TNI

Pembunuhan Sadis 6 Prajurit TNI AD Mutilasi Warga Papua, Panglima TNI Ultimatum Sikat Para Pelaku

Enam anggota TNI AD berkedok jual senjata ilegal berujung pembunuhan sadis. Seorang warga di Papua dimutilasi.

Editor: Frandi Piring
Dok. OposisiCerdas.com
Pembunuhan Sadis 6 Prajurit TNI AD Mutilasi Warga Papua. Panglima TNI Berultimatum Sikat Para Pelaku. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pembunuhan sadis terjadi di Papua.

Enam anggota TNI AD berkedok jual senjata ilegal berujung pembunuhan.

Keenam prajurit TNI AD tersebut menjual senjata kepada warga, namun sadisnya mereka berkomplot lakukan pembunuhan dan mutilasi korban.

Para pelaku mengincar uang Rp 250 juta yang merupakan nilai yang disepakati dari pembelian senjata.

Kasus tersebut pun sudah sampai kie telinga Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

Panglima TNI meminta Kodam XVII/Cenderawasih, Papua untuk melakukan pemeriksaan investigasi kepada enam prajurit TNI AD yang telah mencoreng nama baik institusi tersebut.

“Terkait dengan adanya dugaan keterlibatan TNI Angkatan Darat, saat ini Panglima TNI, Bapak Kepala Staf Angkatan Darat sudah memberikan perintah kepada kami untuk melakukan pemeriksaan investigatif terhadap kejadian tersebut,” ujar Pangdam XVII/ Cenderawasih Mayjen TNI Teguh Muji Angkasa dalam keterangannya di Breaking News KOMPAS TV, Senin (29/8/2022).

Dalam kasus ini, Teguh menyatakan pihaknya juga bekerja sama dengan Polda Papua untuk mengungkap fakta-fakta yang terjadi.

“Tentunya, kami terus bekerja sama dengan pihak Polda di lapangan untuk mengungkap fakta-fakta yang terjadi sebenarnya dan kami Angkatan Darat berkomitmen dalam hal ini adalah hukum harus ditegakkan,” ujarnya.

Kedok Jual Senjata

Dari informasi yang dihimpun. kasus pembunuhan disertai mutilasi bermula dari 6 terduga pelaku yang berpura-pura menjual senjata ke warga sipil.

Dari dua senjata yang dijual, jenis AK 47 dan FN disepakati pembeliannya dengan harga Rp250 juta.

Tapi ternyata, 6 terduga pelaku yang merupakan prajurit TNI AD tersebut tidak ingin menjual melainkan hanya menginginkan uangnya saja.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved