Minahasa Sulawesi Utara

Polisi Sita Ratusan Tabung Gas LPG Ilegal di Minahasa Sulawesi Utara

Ratusan Tabung Gas LPG bersubsidi berhasil diamankan Tim UKL Polres Minahasa.

Penulis: Mejer Lumantow | Editor: Chintya Rantung
Ist
Diamankan Personil Polres Minahasa, Tabung Gas LPG 3 kilogram sebanyak 100 buah yang diperjualbelikan, diduga tidak memiliki izin penjualan atau izin usaha berbadan hukum. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ratusan Tabung Gas LPG bersubsidi berhasil diamankan Tim UKL Polres Minahasa.

Tabung gas 3 kilogram sebanyak 100 buah yang diperjualbelikan, diduga tidak memiliki izin penjualan atau izin usaha berbadan hukum. 

Pelaku RK alias Ronny (54) warga kelurahan Girian Atas, Kota Bitung selaku pemilih usaha dan rekannya JK alias Jonathan (18), warga Kelurahan Kampung Jawa, Kecamatan Tondano Utara, ikut diamankan, pada Jumat (26/8/2022).

Kapolres Minahasa AKBP Tommy Bambang Souissa SIK melalui Kasie Humas Polres Minahasa Iptu Johan Rantung mengatakan, tabung LPG 3 kg tersebut juga bukan dibeli di Pertamina tetapi dari pangkalan di Wilayah Bitung dan dijual kepada masyarakat dan warung yang ada di Kelurahan Kampung jawa. 

"Jadi Gas elpiji  tersebut dibeli dengan harga Rp 18.000 s/d Rp.19.000 dan dijual kembali dengan harga Rp.20.000 s/d Rp.22.000 rupiah," beber Kasie Humas Polres Minahasa, Jumat (26/8/2022).

Lanjutnya, Penjualan gas Elpiji 3 kg tersebut sudah dilakukannya selama kurang lebih 1 tahun, dan mengakui tidak memiliki Ijin penjualan. 

"Total ada 100 tabung gas elpiji yang disita, dengan rincian 50 tabung kosong dan 50 tabung berisi, namun 41 tabung sudah terjual dan tersisa 9 tabung," sebut Rantung

Sementara, kata dia, menurut keterangan JK alias Jonathan yang mengaku sebagai kernet dari RK, dirinya hanya membantu penjualan dan tidak mengetahui harga beli dan harga jual gas elpiji tersebut.  

Akibat perbuatan tersebut, para pelaku bisa dijerat Pasal 40 angka 9 UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan Pasal 55 UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, serta Pasal 8 Ayat 1 huruf b dan c tentang Perlindungan Konsumen.

"Dengan ancaman hukuman penjara 5 tahun dan denda Rp 2 miliar, rupiah," pungkas Rantung. (Mjr)

Baca juga: Pasca Kematian Mantan Perdana Menteri Shinzo Abe, Kepala Kepolisian Jepang Mengundurkan Diri

Baca juga: Akhirnya Terungkap Alasan Putri Candrawathi Tak Ditahan Usai Diperiksa, Bu PC Hindari Wartawan

 

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved