Minut Sulawesi Utara

Kapolres Minahasa Utara Tegaskan Dugaan Kasus KDRT Hingga Sang Istri Meninggal Menjadi Atensi 

Kapolres Minahasa Utara menegaskan pihaknya masih terus menyelidiki dugaan kasus KDRT yang menyebabkan sang istri meninggal dunia.

Penulis: Fistel Mukuan | Editor: Isvara Savitri
Tribunmanado.co.id/Fistel Mukuan
Kapolres Minut, AKBP Bambang Yudi Wibowo. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MINAHASA UTARA - Kapolres Minahasa Utara, AKBP Bambang Yudi Wibowo, ketika ditemui saat konferensi pers, memberikan penjelasan terkait dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang terjadi di desa Kolongan Tetempangan, Minut, Sulawesi Utara, beberapa waktu lalu. 

Kapolres menjelaskan terkait kasus dugaan penganiayaan suami terhadap istrinya hingga meninggal dunia. 

"Kami dari kepolisian sifatnya lebih kepada berhati-hati dalam penanganannya," ucap Kapolres, Rabu (24/8/2022). 

Diceritakan kembali oleh Kapolres, saat kejadian ditemukan oleh suaminya tergeletak di kamar mandi, dalam keadaan telanjang dan dibawa ke Rumah Sakit (RS) Sentra Medika Hospital pada Kamis, 9 Juni 2022. 

Lanjutnya, di rumah sakit korban sempat dirawat sampai 14 Juni 2022 dalam kondisi koma dan dinyatakan meninggal dunia. 

"Berdasarkan hasil autopsi penyebab kematian yaitu pecahnya pembulu darah di otak sehingga terjadi gangguan pernapasan," ungkap Kapolres. 

Baca juga: Aparat Dishub Manado Sulawesi Utara Kempiskan Ratusan Ban Kendaraan yang Parkir Sembarangan

Baca juga: Jadwal Kapal Terbaru dari Pelabuhan Manado ke Kepulauan Sitaro, Lengkap dengan Harga Tiket

Oleh karena itu menurut Kapolres, gelar perkara di tempat kejadian perkara (TKP) dilakukan dengan sangat hati-hati. 

"Hasil autopsi sudah keluar jadi mohon bersabar, apalagi saksi di TKP masih minim, tetapi pada intinya kasus ini menjadi atensi kami," tuturnya. 

Kemudian dilanjutkan KBO Satreskrim Polres Minut, Ipda Melky Pontoh, barang bukti masih sementara didalami.

Kapolres Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara, AKBP Bambang Yudi Wibowo.
Kapolres Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara, AKBP Bambang Yudi Wibowo. (HO)

Hal tersebut karena menetapkan seseorang sebagai tersangka minimal dua alat bukti. 

"Dari dua alat bukti tersebut bobotnya harus kita dalami," ucap Pontoh. 

Karena baginya, alat bukti saksi masih bersifat petunjuk dan masih juga didalami. 

Baca juga: Warga Desa Tobayagan Bolsel Sulawesi Utara Hilang, Ini Penjelasan Adiknya Faris Podomi

Baca juga: Akhirnya Terungkap, Indah Tompodung Merupakan Mahasiswi yang Pintar, Rektor Unsrat: Punya IPK 3,84

"Kami terus bekerja, dokter forensik dan RS yang merawat korban sementara lagi akan dimintai keterangan," tutup mantan Kanit Lantas Polres Minut ini.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved