Sangihe

Sekolah Adat Bakal Didirikan di Kampung Lenganeng Sangihe Sulawesi Utara

Rencananya sekolah adat akan dibuka di Kampung Lenganeng, Kecamatan Tabukan Utara, Sulawesi Utara.

Penulis: Nelty Manamuri | Editor: Handhika Dawangi
Tribun Manado/Nelty Manamuri
Desa Lenganeng Kecamatan Tabukan Utara yang bakal dijadikan Sekolah Adat. 

TRIBUNMANADO.CO.ID – Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Sangihe segera membuka sekolah adat. 

Rencananya sekolah adat akan dibuka di Kampung Lenganeng, Kecamatan Tabukan Utara, Sulawesi Utara.

Tujuannya untuk mempertahankan adat dan budaya Kabupaten Kepulauan Sangihe,

Lukman Makapuas, Ketua Aman Sangihe menjelaskan Sekolah yang bakal dibangun bertujuan untuk membentuk anak-anak didik agar dapat melanjutkan warisan leluhur tentang adat istiadat daerah.

“Sekolah adat direncanakan akan dibuka di Kampung Lenganeng Kecamatan Tabukan Utara (Tabut). Sekolah adat ini sebagai upaya melestarikan adat istiadat budaya,” ujar dia Selasa 23 Agustus 2022. 

Menurut Lukman, pendirian sekolah adat semata-mata untuk mewariskan adat Sangihe kepada Anak Cucu sebagai generasi penerus.

Sekolah adat nantinya akan mengangkat semua adat di Sangihe yaitu mulai dari cara menggunakan bahasa daerah yang baik hingga pada sikap saling menghormati satu sama lain.

"Disamping itu menanamkan kembali kebiasaan para leluhur dalam bermasyarakat yang diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari menganyam katu, Soma, Bika dan masih banyak kebiasaan lainnya," ujar dia.

Sementara itu, Kapitalaung Lenganeng Heski Sasunduh langsung menyambut baik adanya pembangunan sekolah adat di Kampung Lenganeng.

Menurutnya, hal ini dinilai penting dan strategis dalam rangka meneruskan warisan leluhur yang sudah mulai tergerus oleh kemajuan zaman.

“Sebagai Pemerintah di tingkat Kampung tentunya sangat memberi apresiasi atas ditetapkannya Kampung Lenganeng sebagai lokasi rintisan atau pertama dalam pelaksanaan Sekolah Adat,” kata Sasundu.

Dia pun berharap, sebagai Kapitalaung kegiatan yang diinisiasi oleh Komunitas Rimpulaeng ini akan berkelanjutan kedepan sebagai komitmen bersama mempertahankan adat istiadat daerah.

“Kami berharap sekolah adat mendapatkan respon positif dari semua pihak sehingga berkelanjutan kedepan," Kunci dia. (nel)

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved