Sitaro Sulawesi Utara

Bupati Sitaro Sulawesi Utara Evangelian Sasingen Kecam Aksi Kekerasan Terhadap Anak

Maraknya aksi kekerasan terhadap anak di Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) mendapatkan perhatian serius Bupati Evangelian Sasingen.

Penulis: Octavian Hermanses | Editor: Chintya Rantung
Ist
Bupati Sitaro Evangelian Sasingen 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Maraknya aksi kekerasan terhadap anak di Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) mendapatkan perhatian serius Bupati Evangelian Sasingen.

Ia pun mengecam keras aksi tersebut dan mendorong aparat penegak hukum untuk melakukan penanganan secara optimal hingga proses penuntutan di persidangan agar menimbulkan efek jerah bagi setiap pelaku.

"Kekerasan yang dialami anak-anak akan di ingat sampai besar nanti. Hal ini berpotensi merusak masa depan anak-anak. Karena itu saya mengecam aksi kekerasan terhadap anak, apapun itu bentuknya," tegas di sela-sela peringatan Hari Anak Nasional akhir pekan lalu.

Menurut Sasingen, anak-anak merupakan aset bangsa dan negara yang perlu dijaga dan dilindungi bersama-sama untuk kelangsungan generasi di masa yang akan datang.

"Menjadi sebuah keharusan bagi kita semua, baik orang tua, guru-guru dan semua yang ada untuk menjaga dan melindungi anak-anak kita," ujar bupati

Sebagai seorang ibu, Sasingen mengimbau kepada seluruh orang tua agar bisa mengambil peran utama dalam menjaga, melindungi dan mengajar anak masing-masing.

"Jangan justru saling melempar tanggungjawab dengan pihak lain seperti guru. Sebagai orang tua, kita harus jadi yang terdepan dan terutama. Jadi mari secara bersama-sama kita jaga dan didik anak-anak kita," kunci bupati.

Pernyataan keras orang nomor satu di Kabupaten Sitaro itu merupakan buntut dari tingginya angka kekerasan anak yang terjadi selang tiga tahun terakhir ini.

Data yang diperoleh tribunmanado.co.id mencatat, selang tahun 2020 hingga 2021 lalu, jumlah kasus kekerasan perempuan dan anak mengalami peningkatan yang cukup siginifikan.

Dimana pada tahun 2020 lalu, jumlah kekerasan terhadap perempuan dan anak mencapai 23 kasus dengan kasus terbanyak terjadi di wilayah Tagulandang.

Angka tersebut kemudian meningkat tajam di tahun 2021 dengan jumlah mencapai 36 kasus yang didominasi persetubuan terhadap anak.

Sedangkan di tahun 2022 ini, jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang telah dilaporkan ke aparat berwajib mencapai 28 kasus per bulan Juli lalu.

Dari jumlah kasus yang ada, persetubuhan terhadap anak paling banyak terjadi dengan total mencapai 27 kasus selang tahun 2020 hingga Mei 2022 ini.

Seterusnya perbuatan cabul menjadi kasus terbanyak kedua selang tiga tahun terakhir ini sejak 2020 silam dengan total mencapai 23 kasus.

Kasus-kasus demikian pun dipastikan telah bertambah mengingat rentan Januari hingga Juli 2022 ini terdapat 28 kasus yang semuanya merupakan kekerasan terhadap anak. (HER)

Baca juga: Hasil Liga Inggris Manchester United vs Liverpool, Sancho dan Rashford Bawa Setan Merah Raih 3 Poin

Baca juga: Casemiro Resmi Jadi Pemain Manchester United, Dikontrak 4 Tahun dan Reuni Bareng CR7 dan Varane

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved