Konflik Rusia dan Ukraina

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy Diminta Hadiri KTT G20 di Indonesia Jika Vladimir Putin Datang

Presiden Ukraina diminta menghadiri KTT G20 di Indonesia jika Vladimir Putin benar-benar datang. Hal ini diungkapkan pihak Amerika Serikat.

Editor: Isvara Savitri
Kolase Tribunmanado/AFP/Tribunnews
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan berkunjung ke Moskow untuk bertemu Presiden Rusia, Vladimir Putin, 30 Juni bulan ini. Zelenskyy diminta hadir di KTT G20 Indonesia jika Putin benar-benar hadir. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pada Jumat (19/8/2022), Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, diminta turut hadir dalam KTT G20 di Indonesia.

Permintaan tersebut khusus jika Presiden Rusia, Vladimir Putin, benar-benar datang.

Hal tersebut diungkapkan oleh Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih.

Perlu diketahui pada Kamis (18/8/2022), Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa Putin dan Presiden China, Xi Jinping akan hadir pada KTT G20 yang diselenggarakan November 2022.

"Xi Jinping akan datang. Presiden Putin juga mengatakan kepada saya bahwa dia akan datang," kata Jokowi kepada Bloomberg.

Merespons kabar tersebut, AS menyarankan agar Zelenskyy ikut hadir jika Putin benar-benar akan datang.

Baca juga: Doa Islam Setelah Wudhu, Lengkap dengan Bacaan Niat Bahasa Arab dan Latinnya

Baca juga: Hasto Kristiyanto Optimistis saat Megawati Umumkan Capres Ini yang Terjadi

"Seperti yang dikatakan Presiden Biden secara terbuka, dia merasa Presiden Putin seharusnya tidak menghadiri G20 saat masih mengobarkan perang di Ukraina," ungkap Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih dalam pernyataannya.

"Tetapi, jika Presiden Putin hadir, AS merasa Presiden Zelenskyy juga harus berpartisipasi," kata Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih.

Desakan Gedung Putih ini membuka peluang bahwa Zelenskyy bisa bergabung, baik secara langsung maupun virtual.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (kiri) dan Presiden Prancis Emmanuel Macron memberikan konferensi pers di Istana Mariinsky di Kyiv, pada 16 Juni 2022.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (kiri) dan Presiden Prancis Emmanuel Macron memberikan konferensi pers di Istana Mariinsky di Kyiv, pada 16 Juni 2022. (Ludovic Marin/Pool/AFP)

Di sisi lain, Biden sendiri belum memastikan, apakah dirinya akan datang langsung ke Bali untuk menghadiri KTT G20.

Sejauh ini, pejabat-pejabat AS lebih aktif dalam pertemuan-pertemuan menjelang KTT.

Pada Maret lalu, Biden mengatakan, seharusnya Rusia dikeluarkan dari G20 karena telah melakukan invasi ke Ukraina.

Baca juga: Info Polisi Manado: Kapolres Talaud Siap Berantas Judi Online dan Konvensional di Perbatasan NKRI

Baca juga: Ferdy Sambo Penembak Pertama Brigadir J, Hasil Autopsi Kedua tak Ada Kekerasan Selain Luka Tembak

Namun, banyak anggota G20 lainnya, termasuk Indonesia yang menjadi pemimpin, tidak setuju dengan pendapat Biden.

Sebagai pemimpin G20 tahun ini, Presiden Jokowi berusaha memposisikan Indonesia sebagai mediator antara negara-negara yang bertikai.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan Presiden Rusia Vladimir Putin. ()

Dirinya juga telah melakukan perjalanan untuk bertemu dengan presiden Ukraina dan Rusia.

Secara pribadi, Jokowi juga telah mengundang Zelensky untuk hadir dalam KTT G20 meski Ukraina bukan bagian dari G20.

Baca juga: Segini Jumlah Luka Tembak di Tubuh Brigadir J, 4 Bekas Tembus Peluru, Ini Hasil Autopsi Ulang

Baca juga: Larry Dotulong Bersyukur Bisa Beli Mobil Angkot Tumpaan - Amurang Minsel Sulawesi Utara

Meski telah menghadapi banyak tekanan karena telah mengundang Putin, Jokowi melihat forum akbar G20 bisa digunakan sebagai sarana untuk mencari perdamaian.(*)

 

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul "AS Sarankan Zelenskyy Hadir di KTT G20 jika Putin Datang".

Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved