Brigadir J Tewas
Akhirnya Terungkap 2 Motif Ferdy Sambo Habisi Brigadir J, Pakar: Mustahil Seorang Jenderal Emosional
2 motif ini menurut Reza Indragiri menjadi alasan kuat yang membuat Ferdy Sambo melakukan tindakan perencanaan pembunuhan.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Penyebab kematian Brigadir J dan tersangka masih terus menjadi sorotan.
Selain Ferdy Sambo, empat lainnya sudah ditetapkan Mabes Polri sebagai tersangka kasus pembunuhan Brigadir J.
Hingga kini kasus penembakan yang menyeret nama Ijen Ferdy Sambo dan sang istri yang menjadi tersangka utama dalang penembakan Brgadir J.
Baca juga: Heboh Bagan Aliran Dana Konsorsium 303 Kekaisaran Ferdy Sambo, Libatkan Sejumlah Nama Besar?
Menurut pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri, dia menduga ada 2 motif yang mendasari tindakan pembunuhan berencana yang didalangi oleh Ferdy Sambo beserta 5 tersangka lain.
2 motif ini menurut Reza Indragiri menjadi alasan kuat yang membuat Ferdy Sambo melakukan tindakan perencanaan pembunuhan.
Dia menekankan bahwa 2 motif tersebut termasuk motif emosional dan motif instrumental termasuk di dalamnya konsorsium 303 yang sempat beredar di masyarakat.
Reza Indragiri pun menjelaskan soal adanya dugaan dua motif tersebut.
Dia menekankan bahwa 2 motif tersebut termasuk motif emosional dan motif instrumental termasuk di dalamnya konsorsium 303 yang sempat beredar di masyarakat.
Reza Indragiri pun menjelaskan soal adanya dugaan dua motif tersebut.
Termasuk dihubungkan dengan skenario karya Ferdy Sambo yang dianggap untuk menutup-nutupi pembunuhan Brigadir J.
Terlebih seperti diketahui, dalam kasus pembunuhan berencana tersebut juga terdapat tindak pidana menghalang-halangi penyidikan atau obstruction of justice di tempat kejadian perkara (TKP) Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.
"Sebagaimana yang dikatakan oleh tersangka FS ( Ferdy Sambo) dan juga kemudian dimainkan dramanya oleh tersangka PC ( Putri Candrawathi), seketika saya membayangkan jangan-jangan ini motif emosional," kata Reza Indragiri, dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV, Sabtu 20 Agustus 2022 lalu.
Dalam dugaan motif tersebut, barangkali ada luapan amarah, dendam, sakit hati, kebencian, cemburu dan seterusnya.
Namun hal tersebut menurut Reza, justru menimbulkan pertanyaan publik.