Boltim Sulawesi Utara

Atraksi Siswi Mayoret Goyang Bento Bikin Heboh, Bupati Pecat 2 Kepsek SMP Boltim Sulawesi Utara

Dua kepala sekolah yang baru saja dicopot jabatannya karena lalai dalam mengawasi aksi para mayoret drum band pada saat mengikuti lomba gerak jalan

Ist
Dua mantan kepala sekolah saat berada di kantor dinas pendidikan Boltim untuk melakukan permintaan maaf 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Dua kepala sekolah yang baru saja dicopot jabatannya karena lalai dalam mengawasi aksi para mayoret drum band pada saat mengikuti lomba gerak jalan dan drum band pada Senin 15/8/2022 lalu, kini meminta maaf.

Mantan Kepala SMP Negeri Daerah Kotabunan, Lutfi Bazmul, Jumat (19/8/2022), memohon maaf kepada publik, karena saat kegiatan, ada tarian yang tidak sewajarnya di tarikan oleh anak - anak seusia mereka yang masih duduk di bangku SMP, karena itu diluar apa yang diajarkan oleh pelatih kepada mereka.

Tapi apapun itu, saya selaku kepala sekolah, harus bertanggung jawab, dan dengan gantle, mengakui bahwa ini adalah kelalaian dan kesalahan kami. Mungkin kedepan kami akan lebih memperhatikan hal hal yang menyangkut moralitas.

Kami juga memohon maaf kepada pemerintah daerah, khususnya bupati, dan sebagai konsekwensinya, kami menerima sangsi yang di berikan bupati kepada kami dengan ikhlas.

Hal yang sama diutarakan oleh mantan kepala SMP Negeri 3 Tutuyan, Unggu Saroinsong.

Dia menyampaikan permohonan maaf kepada semua lapisan masyarakat Sulawesi Utara, khususnya masyarakat yang ada di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, teristimewa Bapak Bupati, atas adanya gerakan drum band yg dipertontonkan anak - anak kami, yang kami akui hal ini tidak cocok diperagakan oleh anak - anak di usia sekolah.

"Saya juga menerima dengan ikhlas sangsi yang diberikan Bapak Bupati kepada saya, karena saya memahami bahwa hal ini adalah kelalaian saya selaku kepala sekolah. Keputusan Bupati ini menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi saya, bahwa dalam membimbing siswa tidak sekedar membuat siswa pintar, akan tetapi siswa juga harus menjunjung tinggi moralitas. Dan kedepan hal - hal ini akan saya perbaiki," sebutnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan khususnya panitia pelaksana, Yusri Damopolii, menyampaikan permohonan maaf.

"Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, khususnya panitia pelaksana, selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, menyampaikan permohonan maaf yang setinggi tingginya atas ketidaknyamanan seluruh masyarakat Provinsi Sulawesi Utara.

Teristimewa, Palot Don In Utat Bo Motolu Adi' yang ada di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, tentang adanya improvisasi gerakan peserta drum band pada lomba peringatan HUT RI ke 77, yang sangat tidak sesuai dengan norma, baik norma budaya, sosial dan agama.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved