Breaking News:

HUT ke 77 RI

Kisah Ronny Sumanti, Veteran Marinir Penakluk Dili dan 'Penjaga' Gunung Sinai

Ronny Sumanti, Veteran Marinir ceritakan detik - detik pertama sewaktu mendarat di Dili, Timor Timur puluhan tahun lalu yang penuh darah dan air mata.

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Handhika Dawangi
Tribun Manado/Arthur Rompis
Ronny Sumanti, Veteran Marinir 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Perasaan melankolis selalu menghampiri Ronny Sumanti (75) setiap menghadiri upacara HUT kemerdekaan RI.

Saat menghadiri upacara HUT kemerdekaan RI ke 77 Rabu (17/8/2022) di lapangan Tikala Manado, Ronny terlihat haru dan susah payah menahan air mata saat mendengar lagu Indonesia Raya bersamaan dengan dikereknya bendera merah putih oleh Paskibraka.

"Saya terharu," kata dia. Ronny adalah Veteran pembela kemerdekaan RI.

Di momen sakral bagi Indonesia itu, Ronny kerap teringat detik - detik pertama sewaktu mendarat di Dili, Timor Timur puluhan tahun lalu yang penuh darah dan air mata.

Kala itu ia tergabung dalam Pasukan Marinir (Pasmar) 4.

Pasukan itu bersama Kopassus dan Linud adalah pasukan pertama yang mendarat di Dili untuk merebut Timor Timur yang kini telah merdeka dan menjadi Timor Leste.

"Kopassus dan Linud dari udara, sedang kami dari laut," kata dia.

Prajurit ABRI saat bertempur di Timor Timur
Prajurit ABRI saat bertempur di Timor Timur (PINTEREST.COM via TribunMedan.com)

Itu serangan kilat. Tapi unsur pendadakan telah hilang.

Banyak teman temannya jadi korban.

"Yang paling jadi korban adalah Kopassus dan Linud, mereka masih di udara sudah ditembaki," katanya.

Ketika tiba di darat, masalah belum selesai.

Malah kian bertambah. Dari sebuah masalah jadi 1001 masalah.

Ronny ingat musti bertempur tiga hari tiga malam untuk merebut Dili.

"Musuh ada di mana mana. Kami tak bisa tidur. Siapa yang tidur bisa tewas," kata dia.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved