Bolsel Sulawesi Utara

Gusdurian Bolsel Sulawesi Utara Gelar Forum 17 Agustusan, Bahas Gus Dur, Cak Nur dan Buya Syafii

Komunitas Jaringan Gusdurian Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) menggelar forum17an.

Penulis: Indra Wahyudi Lapa | Editor: Chintya Rantung
Indra Lapa/Tribun Manado
Gusdurian Bolsel, Forum 17 an 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Komunitas Jaringan Gusdurian Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) menggelar forum 17 Agustusan.

Dimana, itu membincang gagasan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Nurcholish Madjid (Cak Nur) dan Ahmad Safii Maarif (Buya Syafii).

Kegiatan itu digelar di Warung Kopi Kompoeng Bolango, Desa Popodu, Kecamatan Bolaang Uki, Bolsel, Senin (15/8/2022) malam.

Forum 17 Agustusan tersebut menghadirkan tiga narasumber di antaranya Ketua IKA PMII Bolsel, Ahmadi Modeong, Koordinator MD KAHMI Bolsel, Abidin Patilima dan Ketua Pemuda Muhammadiyah Bolsel, Delfian Thanta.

Ketua IKA PMII Bolsel, mengatakan Gus Dur dinilai oleh kelompok-kelompok minoritas tertentu sebagai sosok yang memberikan kenyamanan dan perlindungan kepada mereka.

Serta bisa bersosialisasi dan memeluk agama dan kepercayaan mereka masing-masing.

Meskipun di tengah berbagai macam tekanan arus perubahan, dinamika perkembangan politik, ekonomi dan agama.

"Sikap yang ditampilkan oleh Gus Dur ini seringkali dianggap kontroversi dan memunculkan kontradiksi dengan kelompok lainnya," ujar Ahmadi Modeong.

Ahmadi menyampaikan, Gus Dur berpandangan bahwa orang yang beda agama dengan kita tidak kemudian dijadikan sebagai musuh. Sebab hadirnya agama Islam ialah memberikan rahmat bagi seluruh alam.

"Ketika kita bersepakat mendirikan bangsa yang bernama Indonesia ini oleh Gus Dur harus diberikan hak-hak dia sebagai warga negara. Sebagaimana tertuang dalam konstitusi kita, siapapun dia, baik berbeda agama, suku maupun ras," ucapnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved