Minsel Sulawesi Utara

Frangky Pondaag Hukum Tua Wanga Minsel Sulawesi Utara Perjuangkan Kesejahteraan Petani Captikus

Frangky Pondaag Hukum Tua Desa Wanga Kabupaten Minsel Provinsi Sulawesi Utara Perjuangkan Kesejahteraan Petani Captikus.

Penulis: Manuel Mamoto | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Manuel Mamoto
Hukum Tua Desa Wanga Minsel Sulawesi Utara Frangky Pondaag. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Desa Wanga kecamatan Motoling Timur, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, terkenal dengan hasil pertanian yang melimpah. 

Desa Wanga dihuni oleh penduduk 445 kk 1390 jiwa. Mayoritas penduduk berprofesi sebagai petani.

Dua produk yang jadi andalan Desa Wanga saat ini yaitu olahan Captikus dan Gula merah (gula batu) yang bersumber dari pohon Aren.

Produk Captikus dari desa Wanga sendiri sudah dikenal sampai keluar daerah.

Hukum Tua Desa Wanga Frangky Pondaag kepada Tribun Manado, Senin (15/8/2022) mengatakan saat ini produksi Captikus dari petani selain dijual sebagai sofenir untuk pengunjung lokal, juga dimasukan ke perusahaan minuman untuk pembuatan Whisky.

"Setiap bulannya petani dari desa Wanga memasukan sekitar 8000 liter untuk pembuatan minuman whisky yang dikenal dengan produk Wangae," kata Frangky.

Untuk produk unggulan tersebut sudah diperkenalkan pada berbagai event nasional.

"Sudah beberapa kali kami bersama pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan memperkenalkan produk desa ini baik Captikus maupun gula merah keberbagai event seperti, Jakarta ekspo, Batam ekspo dan Jogja ekspo.

Serta baru-baru ini pada kegiatan APDESI di Jakarta," jelas Frangky yang juga Sebagai Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Minsel.

Dia berharap agar kedepan desa Wanga bisa maju dan mandiri serta lebih dikenal dimasyarakat Sulawesi Utara bahkan sampai keseluruh Indonesia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved