Sosok Poengky Indarti Komisioner Kompolnas yang Dihasut Irjen Ferdy Sambo, Ini Prestasinya
Inilah profil dan biodata Poengky Indarti yang sempat dihasut oleh Irjen Ferdy Sambo agar percaya skenario pembunuhan Brigadir J
TRIBUNMANADO.CO.ID - Sudah terungkap ke publik bahwa Irjen Ferdy Sambo sempat menghasut beberapa pejabat agar percaya terhadap skenario yang dibuatnya terkait pembunuhan Brigadir J.
Satu di antara pejabat yang dihasut Irjen Ferdy Sambo mennggunakan ndrama air mata adalah Poengky Indarti.
Ia adalah komisioner Kompolnas yang sempat mendengarkan curhatan Irjen Ferdy Sambo.
Baca juga: Poengky Indarti Bakal Sampaikan Usulan Nama Calon Kapolri ke Presiden, 3 Aspek Ini yang Dinilai
Simak video terkait :
Inilah profil dan biodata Poengky Indarti yang sempat dihasut oleh Irjen Ferdy Sambo agar percaya skenario pembunuhan Brigadir J atau Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.
Diketahui, Menkopolhukam Mahfud MD membeberkan bahwa Ferdy Sambo sempat melakukan jebakan psikologis kepada orang-orang tertentu agar percaya skenario pembunuhan yang dibuatnya.
Bahkan Ferdy Sambo sampai nangis-nangis demi meyakinkan orang-orang tersebut.
Menurut Mahfud MD, salah satu yang mengalami jebakan psikologis Ferdy Sambo adalah Kompolnas yang diwakili Poengky Indarti.
Baca juga: Baru Terungkap Drama Air Mata Irjen Ferdy Sambo, Curi Simpati Lima Orang Penting

Poengky Indarti, salah satu orang yang sempat Dihasut Ferdy Sambo Nangis-nangis Saat Skenario Pembunuhan Brigadir J. Simak profil dan biodatanya.(kolase foto Tribunnews)
Mahfud menyebut Poengky Indarti diundang Ferdy Sambo ke kantornya pada Senin (11/7/2022), atau tiga hari setelah kejadian.
Di situ Ferdy Sambo nangis-nangis sambil mengaku terhina dan terdzolimi.
Lantas, seperti apa profil dan biodata Poengky Indarti?
Nama Poengky Indarti mungkin tak asing lagi didengar sebagai satu-satunya yang menjadi Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).
Baca juga: Baru Terungkap Percakapan Irjen Ferdy Sambo dan Istri Sebelum Bunuh Brigadir J, Diduga Buat Skenario
Namun siapa sangka, jejak karirnya justru dimulai sebagai aktivis pembela Hak Asasi Manusia (HAM).
Poengky lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 18 Februari 1970.
Poengky Indarti menceritakan bahwa perjalanan karirnya justru bermula sebagai aktivis HAM di LBH Surabaya pada tahun 1991.
Saat itu, dia menjabat divisi yang membela kalangan perburuhan.
"Disitu saya digembleng sebagai aktivis Hak Asasi Manusia yang peduli pada masyarakat yang termarjinalkan serta berjuang menentang pembungkaman pada masa Orde Baru," kata Poengky, seperti dilansir dari Tribunnews dalam artikel 'Poengky Indarti'.
Poengky muda sejatinya telah aktif menjadi bagian relawan LBH Surabaya sejak masih aktif kuliah S1 di Fakultas Hukum Universitas Airlangga.
Usai lulus pada 1993, ia kemudian terpilih menjadi staf divisi buruh LBH Surabaya.
Dari tahun 1993 hingga tahun 2016, Poengky terus aktif berbagai kegiatan organisasi aktivis pembela buruh dan HAM.
Tercatat ia pernah tergabung dalam bagian YLBHI hingga IMPARSIAL.
Selanjutnya pada 2016, Poengky mencoba untuk mendaftarkan diri sebagai Komisioner Kompolnas.
Hal yang mendorongnya adalah pengalaman dan minatnya di bidang HAM dan reformasi sektor keamanan.
Bahkan, Poengky yang merupakan perempuan satu-satunya sebagai Komisioner Kompolnas terpilih mengemban jabatan selama dua periode hingga 2024 mendatang.
"Alhamdulillah saya dipilih oleh Presiden Joko Widodo menjadi Anggota Kompolnas pada periode 2016-2020, dan kembali dipilih beliau untuk menjadi Anggota Kompolnas periode 2020-2024.
Saya merupakan satu-satunya perempuan dari 9 Komisioner Kompolnas," jelasnya.
Bagi Poengky, Kompolnas sebagai komisi yang diberi mandat sebagai pengawas fungsional Polri mempunyai tugas yang sangat penting, yaitu membantu Presiden dalam menetapkan arah kebijakan Polri dan memberikan pertimbangan kepada Presiden dalam pengangkatan dan pemberhentian Kapolri.
"Sebagai pelaksanaan mandat Reformasi di Indonesia pada tahun 1998, Reformasi Polri sangat penting. Oleh karena itu sebagai Anggota Kompolnas, saya berharap Kompolnas dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya untuk mendukung keberhasilan Reformasi Polri agar Polri menjadi makin profesional dan mandiri," jelasnya.
Ia mengharapkan masyarakat dapat membantu aktif memberikan saran dan masukan untuk penguatan dan profesionalitas dan Kemandirian Polri.
Dia juga mengaku akan dengan senang hati jika ada informasi dari masyarakat terkait anggota Polri di daerah yang dianggap berprestasi dalam melaksanakan tugasnya.
"Sebagai pengawas fungsional Polri, kami juga membuka pintu jika ada keluhan masyarakat terkait pelayanan Polri, ada oknum anggota Polri yang diduga menyalahgunakan wewenang, melakukan diskriminasi, diskriminasi atau dugaan korupsi," tukasnya.
Poengky bercerita jejak karirnya sampai titik menjadi Komisioner Kompolnas tidak terlepas dari berbagai pengalaman menarik pernah dialaminya saat menjadi aktivis HAM.
Saat itu, dia menjadi salah satu orang yang ikut melawan pemerintahan yang bersifat otoriter pada masa orde baru hingga berubah menjadi pemerintahan masa reformasi. Poengky juga menyebut aktivis HAM Munir Said Thalib adalah gurunya.
Bahkan hingga kini, Poengky aktif menjadi Ketua Dewan Pengawas Yayasan Museum HAM Omah Munir.
"Guru saya dalam bidang HAM dan Reformasi Sektor Keamanan dulu adalah Almarhum Munir," ungkapnya.
Menurutnya, perubahan pemerintah orde baru menjadi masa reformasi inilah yang mengubah garis batas antara pemerintah dan kelompok organisasi masyarakat sipil. Ia menyampaikan masyarakat kini memiliki peran mendukung dan memberikan kritik kepada pemerintahan.
"Jika pada masa Orde Baru ada garis batas antara Pemerintah dan kelompok organisasi masyarakat sipil, lebih vis a vis tau berhadap-hadapan, maka pada masa Reformasi ini kita semua seluruh komponen masyarakat punya peluang untuk menyampaikan masukan kepada Pemerintah," jelasnya.
Pendidikan:
S1: Sarjana Hukum (S.H.) dari Fakultas Hukum Universitas Airlangga – Surabaya, 1989 -1993, lulus Oktober 1993.
S2: LL.M (Master of Laws) dari International Human Rights Law Department, Northwestern University School of Law – Chicago, the United States of America, 2002 – 2003, lulus Mei 2003.
Riwayat Pekerjaan:
1. Volunteer LBH Surabaya, 1992-1993.
2. Staf Divisi Buruh LBH Surabaya, 1993-1996.
3. Human Rights Lawyer, 1994-2016.
4. Kepala Divisi Buruh LBH Surabaya, 1996 – 1998.
5. Wakil Direktur Bidang Program LBH Surabaya, 1998 –1999.
6. Wakil Direktur Bidang Internal LBH Surabaya, 1999-2000.
7. Kepala Divisi Buruh YLBHI, 2000-2001.
8. Kepala Bidang Fundraising YLBHI, 2001.
9. Staf Divisi Fundraising Voice of Human Rights Radio Program, 2002.
10. Staf Fundraising dan Hubungan Internasional KONTRAS, 2002.
11. Direktur Eksternal IMPARSIAL 2003-2010.
12. Managing Director IMPARSIAL, Januari – Agustus 2010.
13. Direktur Eksekutif IMPARSIAL, Agustus 2010 – Desember 2015.
14. Peneliti Senior IMPARSIAL, Januari-Mei 2016.
15. Komisioner KOMPOLNAS, 19 Mei 2016-13 Agustus 2020 dan 13 Agustus 2020 – 13 Agustus 2024.
Artikel ini telah tayang di Surya.co.id
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/komisioner-kompolnas-poengky-indarti-235.jpg)