KKB Papua

Penghianat! Kades dan Sekdes di Nduga Pakai Dana Desa untuk Beli Amunisi KKB, Kini Diburu TNI-Polri

Total uang yang diberikan ke AN adalah Rp 450 juta yang kemudian digunakan untuk mmebeli amunisi bagi KKB.

Istimewa/Internet/HO
Penghianat! Kades dan Sekdes di Nduga Pakai Dana Desa untuk Beli Amunisi KKB, Kini Diburu TNI-Polri 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Polda Papua mengeluarkan surat penetapan Daftar Pencarian Orang (DPO) dua aparat kampung di Kabupaten Nduga, karena diduga terlibat dalam kasus pembelian amunisi untuk Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Mereka dicurigai menjadi pemberi uang untuk oknum ASN Nduga berinisial AN yang akhirnya tertangkap membawa satu pucuk senjata api dan 615 butir amunisi.

A, sekretaris desa dan GK, salah satu kepala Kampung di Kabupaten Nduga, Papua masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polda Papua.

Baca juga: Sosok A dan GK DPO Kasus Pembelian Amunisi Untuk KKB di Papua, Sekdes dan Kepala Kampung di Nduga

A dan GK diduga terlibat dalam kasus pembelian amunisi untuk kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Dicurigai mereka berdua menjadi pemberi uang kepada oknum ASN Nduga berinisial AN yang tertangkap telah membawa satu pucuk senjata api dan 615 butir amunisi.

AN ditangkap pada Rabu (29/6/2022).

"DPO yang pertama inisialnya A, dia merupakan seorang Sekretaris Desa. Sedangkan yang satu lagi inisial GK merupakan kepala kampung," ujar Direskrimum Polda Papua Kombes Faizal Ramadhani di Jayapura, Jumat (12/8/2022).

Ia mengatakan baik A dan GK memberikan uang masing-maisng Rp 100 juta ke ASN AN.

Sebelum menetapkan A dan GK sebagai DPO, polisi telah mengamankan TL, Kepala Kampung Wudi, Kabupaten Nduga.

Seperti Al dan GK, TL diduga mengambil uang Rp 150 juta dari dana desa dan diserahkan ke AN untuk membeli amunisi KKB.

Selain menangkap AN, polisi juga menangkap T pada 2 Juni 2022. T diduga yang menjual 160 butir amunisi ke AN.

Dari AN, polisi menemukan nama-nama donatur untuk membeli amunisi termasuk nama LT, A dan GK.

Total uang yang diberikan ke AN adalah Rp 450 juta yang kemudian digunakan untuk mmebeli amunisi bagi KKB.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved