Sitaro Sulawesi Utara

Menhub RI Minta Pemkab Sitaro Penuhi Okupansi Penumpang Pesawat, Begini Tanggapan Sekda Denny Kondoj

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta Pemerintah Kabupaten Sitaro untuk memenuhi okupansi pesawat yang akan melayani penerbangan

Penulis: Octavian Hermanses | Editor: Chintya Rantung
Ist
Sekda Sitaro Denny Kondoj. 

TRIBUANMANADO.CO.ID - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta Pemerintah Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) untuk memenuhi okupansi pesawat yang akan melayani penerbangan di Bandara Bung Karno.

Menurut Sumadi, setiap maskapai penerbangan biasanya mengharuskan okupansi pada rute baru suatu penerbanhan mencapai minimal 60 persen.

"Hal yang bisa ditempuh seperti di Sulawesi Selatan adalah sharing dari provinsi dan kabupaten kalau okupansi kurang dari yang diharapkan," ujar Sumadi.

"Tapi sebenarnya apa yang dilakukan di Toraja, di Kalimantan Barat, di Sumatera Selatan, provinsi dan kabupaten memastikan membeli sekian seat. Katakanlah 20 seat. Kalau satu seat satu juta, berarti 20 juta," jelas Sumadi.

Dia mencontohkan, minimal empat kali penerbangan dalam sebulan yang artinya pemerintah harus menyiapkan Rp 80 juta untuk pemenuhan okupansi.

"Dalam satu tahun itu kurang dari satu miliar. Dan itu ibu (bupati) bisa jual kembali ke masyarakat," lanjutnya.

Menanggapi permintaan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Sitaro Denny Kondoj menyatakan pihaknya akan membahas itu secara internal.

"Kalau soal subsidi terus terang kami belum bisa bicara banyak, karena hal itu masih akan kita bahas bersama," kata Kondoj, Jumat (12/8/2022).

Yang pasti, sambungnya, pemerintah daerah harus mengikuti apa yang disampaikan Menteri Perhubungan RI apabila menginginkan adanya rute penerbangan dari dan menuju Bandara Bung Karno di Sitaro.

"Yang pasti kita akan ikut yang disampaikan pak Menteri bahwa paling tidak pemerintah daerah bisa menganggarkan subsidi bagi maskapai penerbangan yang bersedia melayani rute penerbangan Siau Manado PP," ujar Kondoj.

Seperti yang terungkap dalam audiens antara Menhub RI dan Pemkab Sitaro, subsidi untuk pemenuhan okupansi penumpang pesawat menjadi sebuah keharusan untuk menarik maskapai dalam membuka rute penerbangan baru, termasuk di Sitaro.

"Dimana-mana di tanah air kita memang tidak ada maskapai yang mau apalagi di wilayah-wilayah kepulauan kalau tidak disubsidi," ungkap Kondoj.

Sehingga, tambah Kondoj, hal itu akan dipelajari lagi untuk dijadikan bahan usulan dalam Perubahan APBD tahun anggaran 2022 maupun APBD tahun anggaran 2023 mendatang.

"Kalau untuk jumlah besaran kita belum bisa dapat angkanya. Tapi paling tidak persentase yang pak Menteri bilang, dari jumlah kapasitas jumlah kursi yang ada, paling tidak kita bisa subsidi 20 persen," kuncinya. (HER)

Baca juga: BIN Sulawesi Utara Gelar Vaksinasi di Lapas Kelas II A Manado, Warga Binaan Jadi Target Vaksinasi

Baca juga: Sosok Damianus Magai Yogi, Panglima Tertinggi OPM KKB Papua yang Dituding Sebagai Agen TNI Polri

 

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved