Senin, 8 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bacaan Alkitab

Bacaan Alkitab, Senin 8 Agustus 2022: Buah Jatuh Tidak Jauh Dari Pohonnya

Bacaan Alkitab hari ini terdapat dalam (Matius 7:17), Kehidupan kekristenan sering digambarkan seperti pohon yang harus terus bertumbuh.

Tayang:
Editor: Tirza Ponto
pexels.com
Bacaan Alkitab, Senin 8 Agustus 2022: Buah Jatuh Tidak Jauh Dari Pohonnya 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Salam Sejahtera...Bacaan Alkitab hari ini terdapat dalam (Matius 7:17) : Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.

Bacaan Alkitab di atas berbicara mengenai pohon.

Kehidupan kekristenan sering digambarkan seperti pohon yang harus terus bertumbuh dan menghasilkan buah yang baik. Ini berarti, tujuan pertumbuhan rohani kita adalah menghasilkan buah yang baik.

Dalam perikop renungan hari ini, Tuhan Yesus mengingatkan kita tentang bahaya dari pengajaran sesat atau segala sesuatu yang bertentangan dengan kehendak Bapa, yang dapat mempengaruhi pertumbuhan rohani kita, sehingga kita tidak menghasilkan buah yang baik.

Dalam Yohanes 15:4-5, Yesus menegaskan: “….Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.”

Berdasarkan ayat ini, kita harus sadari bahwa kita adalah ranting-rantingnya Tuhan yang harus berbuah. Jadi, yang Tuhan inginkan adalah buah yang kita hasilkan.

Sebab apalah artinya pertumbuhan yang besar dan yang rimbun daun-daunnya, jika tidak menghasilkan buah.

Jika pepatah “Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya” diterapkan dalam kerohanian kita, maka ini berarti buah yang harus kita hasilkan adalah buah yang sesuai ajaran Tuhan; yaitu bukan hanya buah pertobatan yang merupakan dasar untuk memulai hidup baru, tetapi buah iman yang merupakan hasil dari menjadi pelaku Firman, dan buah-buah roh yang merupakan pembentukan karakter Allah dalam diri kita yang dikerjakan oleh kuasa Roh Kudus.

Sudahkah kita menghasilkan buah yang demikian? Kita mengetahui bahwa dari buahnyalah, pohon itu dikenal. Jadi, mari periksa diri kita masing-masing, apakah orang lain dapat mengenal Yesus melalui melalui kehidupan kita? Apakah orang lain dapat mengakui bahwa kita adalah pengikut Kristus yang sejati?

Renungkanlah Mazmur 92:13-16: Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon; mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita. Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar untuk memberitakan, bahwa TUHAN itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya.

Untuk itu, mari tetap tertanam di baitNya. Apapun musim kehidupan yang kita alami, itu tidak menggoyahkan dan menghalangi kita untuk terus berbuah bagi kemuliaan Tuhan.

Haleluya. Tuhan Yesus memberkati.

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved