Liga Italia
Stefano Pioli Sebut Elliott Management, Tidak Beli Pemain Label Bintang Meski Raih Scudetto
Pelatih AC Milan, Stefano Pioli mengaku sepenuhnya sadar kalau situasi yang dia hadapi bersama AC Milan musim ini membuat dia tak bisa merekrut
TRIBUNMANADO.CO.ID, MILAN - Pernah menjadi tim dengan banyak pemain label bintang dan menjadi klub tersukses kedua setelah Real Madrid di Liga Champions, membuktikan bahwa klub ini telah memiliki sejarah sukses yang panjang.
Lama tak meraih gelar juara. Kemudian musim lalu sukses meraih scudetto tak membuat rossoneri mendapatkan kebebasan merekrut pemain bintang.
Hal ini yang sering ditanyakan oleh publik bola eropa kepada para petinggi maupun pemain AC Milan.

Terkait hal ini Pelatih AC Milan, Stefano Pioli mengaku sepenuhnya sadar kalau situasi yang dia hadapi bersama AC Milan musim ini membuat dia tak bisa merekrut pemain dengan nama besar berbanderol selangit layaknya langkah yang dilakukan Juventus.
Stefano Pioli seperti memberi sindiran terhadap pemilik baru AC Milan yang irit dalam menggelontorkan dana dalam pembelian pemain demi memperkuar skuad.
Sejak Elliott Management mengambil alih pada tahun 2018, kebijakan transfer Rossoneri sangat berfokus pada perekrutan pemain muda serta mengurangi pengeluaran dana yang tidak perlu.
Baca juga: Chord Gitar dan Lirik Lagu Disaat Sendiri - Dadali: Rindu Aku, Sangat Rindu Kamu
Baca juga: Kronologi Kasus Kematian Brigadir J Versi Komnas HAM, Irjen Ferdy Sambo dan Istri Tak Tampak Bersama
Dengan kata lain, Milan menjalankan strategi 'kencangkan ikat pinggang' sejak berada di bawah kendali Elliot Management.
Uniknya, AC Milan mampu bangkit dari keterpurukan, bukan hanya secara finansial, namun juga secara prestasi, dengan raihan juara Serie A Liga Italia pertama sejak satu dekade terakhir musim lalu.
Stefano Pioli dalam wawancara dengan La Gazzetta dello Sport, berbicara tentang sejumlah topik berbeda termasuk strategi AC Milan musim mendatang.
Stefano Pioli juga bicara soal kekuatan skuad, soal pemain baru Milan, serta para pemain baru yang dia harapkan.
Sebagai bagian dari wawancara dengan surat kabar itu, Stefano Pioli ditanya apakah dia mengharapkan 'hadiah Scudetto' dari manajemen berupa perekrutan pemain bernama besar buat Milan macam yang dilakukan Juventus dengan merekrut Dusan Vlahovic dengan mahar sekitar € 80 juta atau setara Rp 1,21 triliun.
Stefano Pioli menjawabnya secara diplomatis. Dia menyiratkan, sepenuhnya sadar kalau manajemen baru AC Milan terhitung pelit dalam mengeluarkan uang.
Namun bukan berarti Milan tidak kompetitif. Dengan materi dan komposisi pemain Milan saat ini, Stefano Pioli optimistis kalau Milan akan tampil hebat layaknya juara bertahan Serie A Liga Italia.
"Klub tidak bisa dan tidak ingin melampaui level tertentu. Saya tentu tidak pernah takut bahwa kepemilikan baru akan datang dan menjual pemain paling penting: kami diberitahu sejak awal bahwa filosofinya akan tetap sama (hemat).”
Pioli menuturkan strategi Milan di bursa transfer adalah menghasilkan calon pemain top dengan bakat spesial yang dimiliki saat ini, seperti Charles De Ketelaere.
Sebagai informasi, pemain muda berbakat Timnas Belgia itu masuk menjadi pembelian termahal AC Milan pada mercato (pasar transfer) kali ini.
Pun, nilainya cuma separuh dari pemain termahal Juventus, Dusan Vlahovic. Charles De Ketelaere dibeli dengan harga total 35 juta euro atau sekitar Rp 532,9 miliar.
"Charles De Ketelaere dengan potensinya, dalam 2-3 tahun, bisa menjadi pemain top di Eropa. Setiap klub membuat penilaiannya sendiri: dengan proyek berkelanjutan, kami telah menunjukkan bahwa kami bisa menang," katanya.
Empat Nama Baru Muncul di Daftar Target AC Milan
Raphael Onyedika yang berusia 21 tahun dari FC Midtjylland dilaporkan menjadi satu dari empat nama yang muncul dalam daftar wishlist AC Milan untuk mengisi lini tengah.
Bicara soal bursa transfer Milan dengan kebijakan hemat, empat nama baru dilaporkan muncul sebagai target transfer AC Milan dalam upaya mereka melanjutkan pencarian untuk pemain dengan posisi gelandang tengah baru.

Setelah kehilangan Renato Sanches, yang secara resmi diumumkan sebagai pemain baru Paris Saint-Germain tadi malam, duo petinggi Milan, Paolo Maldini dan Ricky Massara harus kembali dari awal terkait pencarian pengganti Franck Kessie demi memperkuat lini tengah.
Menurut apa yang dilaporkan oleh Sky (via MilanNews), tidak ada urgensi numerik (pemain dengan banderol wah) untuk pemain baru di lini tengah.
Mengingat AC Milan kini sudah punya Sandro Tonali, Ismael Bennacer, Tiemoue Bakayoko, Rade Krunic, dan Tommaso Pobega.
Namun, Milan punya profil dan preferensi berbeda yang telah diidentifikasi para pencari bakat mereka.
Muncul empat nama, berbakat juga murah dari konsep AC Milan tersebut.
Baca juga: Potret Tara Basro Pakai Busana Terinspirasi dari Kain Kafan, Disorot di Gala Premiere Pengabdi Setan
Baca juga: Bara API Dorong Parpol Usung Jenderal Andika Perkasa Maju di Pilpres 2024
Raphael Onyedika yang berusia 21 tahun dari FC Midtjylland adalah salah satu nama dalam daftar. Ada juga Ibrahima Sissoko yang berusia 24 tahun yang saat ini bermain untuk Strasbourg.
Selain itu, pemain berbakat Bordeaux berusia 22 tahun, Jean Onana serta Adrien Tameze dari Hellas Verona (28) adalah nama-nama yang melengkapi daftar wishlist AC Milan saat ini.
Langkah Man City Cari Pengganti Bernardo Silva Bisa Berbuah Cuan Buat Milan
Gelandang Lyon asal Brasil, Lucas Paqueta dikabarkan menjadi incaran klub top Eropa. Sebelumnya, Lucas Paqueta jeblok di Milan. Pindah ke Prancis, pemain 24 tahun ini justru bersinar. Milan menyertakan klausul share 15 persen saat menjual sang pemain ke Lyon pada 2020 silam. Milan akan cuan jika klub kaya macam PSG atau Man City membeli Paqueta.
Pelatih Manchester City Pep Guardiola dilaporkan sudah menegaskan tidak akan menghalangi Bernardo Silva jika dia ingin bergabung dengan Barcelona.
Situasi di Manchester City itu bisa berdampak pada AC Milan.
Penegasan Pep Guardiola itu dia lontarkan saat konferensi pers pra-pertandingannya menjelang laga perdana Man City musim ini melawan West Ham United.
Guardiola ditanya soal masa depan Bernardo Silva di Man City lantaran sang pemain terus dikaitkan dengan kepindahan ke Barcelona.
"Saya ingin Bernardo melanjutkan di sini, pemain yang sangat spesial di ruang ganti. Tapi saya tidak tahu apa yang akan terjadi. Apa yang terjadi akan terjadi, jika dia bertahan, sempurna. Jika dia harus pergi, ya sepakbola memang seperti ini," ujarnya dilansir Sportskeeda.
"Pemain memiliki keinginan dan saya bukan orang yang menghentikan keinginan seseorang dalam hidup. Karier sepakbola begitu singkat. Saya bagian kecil dari klub, saya harus berbicara dengan klub, mereka memutuskan dan saya bilang oke."
Lalu apa kaitan dan dampaknya situasi Bernardo Silva itu pada Milan?
Menurut pakar transfer Fabrizio Romano, Man City mengincar Lucas Paqueta sebagai opsi untuk menggantikan pemain Timnas Portugal itu jika benar sang pemain pindah dari Etihad Stadium ke Camp Nou.
Lucas Paqueta adalah salah satu bintang yang menonjol di Ligue 1 musim lalu dan terus menarik minat dari klub-klub top Eropa, mulai dari PSG, Atletico Madrid, hingga Man City.
Lucas Paqueta adalah mantan pemain Milan yang tak terlalu bersinar di San Siro.
Saat pemain Timnas Brasil itu ke Lyon pada 2020 lalu, Milan menyertakan klausul keuntungan 15 persen jika sang pemain kembali dijual.
Menurut MilanLive Lyon memasang banderol 70 juta euro atau Rp 1,065 triliun untuk Lucas Paqueta. Jika harga itu ditebus Man City, Milan dapat cuan.
Dari total penjualan Lucas Paqueta, diperkirakan Milan mendapat bagian sebesar 15 persen sebesar 10,5 juta euro atau sekitar Rp 159,87 miliar. Lumayan. (oln/*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Man City Bisa Bikin AC Milan Cuan, 4 Target Baru Muncul, Pioli Sadar Pemilik Baru Rossoneri Pelit, https://www.tribunnews.com/superskor/2022/08/06/man-city-bisa-bikin-ac-milan-cuan-4-target-baru-muncul-pioli-sadar-pemilik-baru-rossoneri-pelit?page=all.