Sejarah

Sejarah Desa Kaweruan Minut Sulawesi Utara, Berusia 240 Tahun, Berikut Daftar Hukum Tua

Berikut Ini Sejarah Desa Kaweruan Minut Sulawesi Utara, Berusia 240 Tahun, Berikut Daftar Hukum Tua yang Pernah Menjabat.

Penulis: Fistel Mukuan | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Fistel Mukuan
Hukum Tua Desa Kaweruan Alfry Tomy Natan saat didampingi istri tercinta - Alfry memaparkan tentang sejarah desa Kaweruan, Minut, Sulawesi Utara. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Desa Kaweruan, Kecamatan Likupang Selatan, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, saat ini merayakan Hari Ulang Tahun (HUT)  Ke-240.

Perayaan HUT Ke-240 sekaligus peresmian kantor dan balai desa Kaweruan, Rabu (3/8/2022). 

Hukum Tua Desa Kaweruan Alfry Tomy Natan saat diwawancarai menceritakan sejarah singkat berdirinya Desa Kaweruan.

Menurut Hukum Tua, Desa Kaweruan dahulu di jaman penjajahan Belanda desa ini bernama Kauweran atau dengan kata lain menurut bahasa jaman dulu yaitu Kalo Aweraneaku yang artinya Mohon Restu (minta Berkat).

Maksud dari kata Minta Berkat ini agar supaya apa yang mereka ketahui tentang hal-hal yang baik kiranya diberitahukan kepada yang lain. 

Hukum Tua pertama Desa Kauweran adalah Dotu Tewu pada tahun 1782.

Awal mulanya desa ini berada di tempat bernama Pinadukaran yang sekarang disebut Kalakeran.

"Dinamakan Kalakeran karena dahulu tanah tersebut milik satu orang akan tetapi generasi berikutnya
pada waktu itu dibagi kepada anak-anaknya sehingga disebut Kalakeran," ucap Hukum Tua. 

Kemudian pada tahun 1818 Desa Kauweran dipindahkan oleh Dotu Timani Tewu di tempat bernama Masasarongsong yang artinya Bagaikan Pencuran, sekarang (Dembet).

Kemudian pada tahun 1845 Desa Kauweran dipindahkan oleh Dotu Timani Tewu di tempat bernama Kauweran.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved