Opini

Menyoal Kritik terhadap Profesionalitas Timsel Bawaslu

Kritikan tersebut berasal dari Koordinator Wilayah JPPR Sulawesi Utara, Kurniawan Lawendatu. Dalam laporan pada media Suara Pembaharu edisi 29 Juli 20

Editor: Aldi Ponge
ISTIMEWA/Muhammad Iqbal Suma
Muhammad Iqbal Suma, Peneliti Sekaligus Pemerhati Sosial Politik 

Penuli Opini adalah Muhammad Iqbal Suma, Peneliti Sekaligus Pemerhati Sosial Politik

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pelaksanaan Seleksi Pemilihan Komisioner Bawaslu Provinsi Sulut sedang digelar. Tahapan ini merupakan bagian dari proses demokrasi prosedural, dimana Tim Seleksi yang telah ditentukan akan memilih kandidat terbaik sebagai Pimpinan Bawaslu Provinsi Sulut selama 5 tahun ke depan, terutama dalam rangka menghadapi tahapan pemilu 2024 mendatang.

Meski demikian, proses seleksi tersebut menarik perhatian dari beberapa kalangan pemerhati politik dan pemilu. Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah terkait profesionalitas Tim Seleksi Bawaslu Provinsi Sulut.

Kritikan tersebut berasal dari Koordinator Wilayah JPPR Sulawesi Utara, Kurniawan Lawendatu.

Dalam laporan pada media Suara Pembaharu edisi 29 Juli 2022, Kurniawan menyampaikan bahwa Tim Seleksi dianggap tidak professional, karena salah satu anggota Tim Seleksi selama proses verifikasi hingga tahapan wawancara, tidak berada di kota Manado.

Menurut Lawendatu, keberadaan Tim Seleksi di lokasi pelaksanaan tahapan adalah bentuk tanggung jawab yang harus dipenuhi. Hal ini juga dianggap tim Seleksi tidak dapat menjalankan tugas dengan baik.

Bahkan Lawendatu mendorong Bawaslu RI bertanggung jawab dan mengambil Tindakan tegas terhadap kejadian ini, dengan mengganti Tim Seleksi yang tidak dapat menjalankan tugas secara professional.

Isyana Konoras, merupakan salah satu anggota Tim Seleksi Bawaslu Provinsi Sulut, yang sampai waktu pelaksanaannya kebetulan sedang berada di tanah suci untuk menjalankan ibadah haji.

Oleh sebab itu, selama tahapan seleksi, Isyana menjalankan tugasnya melalui platform digital zoom meeting, Bersama dengan tim seleksi lainnya yang ada di Manado.

Dari sini, akar masalahnya muncul; apakah ketidakhadiran Isyana dapat dianggap tidak profesionalnya tim Seleksi? Apakah penggunaan platform digital, semacam zoom meeting dalam tahapan seleksi Pimpinan Bawaslu mengurangi integritas dan profesionalitas tim seleksi dalam bekerja?

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved