Berita Heboh

Heboh Seorang Pria Meninggal Saat Kumandangkan Azan, Keluarga Sampai Histeris di Musala

Pria yang berprofesi sebagai muazin ini meninggal saat kumandangkan azan isya di Musala Al Falah desa setempat.

Editor: Indry Panigoro
Tribunnews.com
Ilustrasi adzan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Hidup mati, rezeki jodoh tak ada yang tahu.

Ya tak ada yang tahu jalan hidup setiap orang.

Termasuk kematian.

Sama seperti yang terjadi baru-baru ini.

Seorang pria meninggal saat mengumandangkan Azan.

Pria bernama Sugiatno (58) asal Dusun Muning, Desa Selodono, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri ditemukan meninggal dunia.

Pria yang berprofesi sebagai muazin ini meninggal saat kumandangkan azan isya di Musala Al Falah desa setempat.

Kapolsek Ringinrejo Iptu Joko Suparno mengatakan, pihaknya membenarkan adanya kabar tersebut.

"Setelah menerima laporan, kami langsung menuju ke lokasi kejadian dan rumah duka," kata Iptu Joko, Minggu (31/7/2022).

Iptu Joko menyampaikan, korban sebelum meninggal sempat pamit pada keluarganya ke musala yang tidak jauh dari rumah.

meninggal saat adzan
Seorang muazin bernama Sugiatno (58) asal Dusun Muning, Desa Selodono, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri ditemukan meninggal dunia saat kumandangkan azan.

Korban setiba di musala tersebut langsung mengumandangkan azan isya.

"Korban berdiri sambil mengumandangkan azan dan sebelum selesai azan tiba-tiba berhenti diam dan kemudian jatuh tersungkur," ucap Kapolsek Ringinrejo. 

Pada saat korban jatuh tersungkur ke depan, lanjut Iptu Joko menuturkan, anak-anak yang berada di musala langsung kaget dan berteriak histeris. Warga yang mendengar langsung berdatangan.

Ilustrasi adzan
Ilustrasi adzan (istimewa)

"Korban diketahui sudah meninggal dunia. Kemudian langsung dievakuasi dibawa ke rumah duka," tuturnya. 

Dari hasil pemeriksaan dokter Puskesmas dan pihak kepolisian di tubuh korban tidak ditentukan tanda-tanda penganiyaan.

Korban sebelumnya mengeluh kepada istrinya bahwa dadanya terasa sesak dan sakit.

"Diduga korban meninggal dunia karena sakit jantung. Keluarga korban menerima atas kejadian tersebut adalah musibah dan menolak untuk dilakukan otopsi," jelasnya.

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com 

Sumber: TribunJatim.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved