Brigadir J Tewas

Pengacara Brigadir J Mulai Ragukan Kinerja Komnas HAM, Curiga Adanya Upaya Menutup-nutupi

Mansur pun mengaku curiga bahwa adanya upaya menutup-nutupi sehingga membuat pihaknya semakin ragu akan kinerja Komnas HAM

Tangkapan layar Live Facebook TribunJakarta.com
Komisioner Komnas HAM Bidang Pemantauan/Penyelidikan, Choirul Anam, memperlihatkan print out cell dump rombongan Irjen Ferdy Sambo dari Magelang ke Jakarta dalam konferensi pers di kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Rabu (28/7/2022). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Komisioner Komnas HAM Choirul Anam jadi sorotan usai lipat kertas saat jelaskan hasil rekaman CCTV terkait kasus polisi tembak polisi atau baku tembak di rumah jenderal.

Komnas HAM menyebut kertas yang ditutup oleh Choirul Anam berisi nomor-nomor telepon.

Keterangan tersebut diragukan kuasa hukum keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Mansur Febria.

Baca juga: Baru Terungkap Sosok Ajudan Irjen Ferdy Sambo Ungkap Tabiat Brigadir J, Lakukan 2 Kesalahan Fatal

Anggota kuasa hukum keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Mansur Febria tidak yakin bahwa kertas yang ditutup oleh Komisioner Komnas HAM Choirul Anam berisi nomor-nomor telepon.

Mansur mengatakan konferensi pers yang memperlihatkan data dalam bentuk kertas besar itu terkait hasil rekaman CCTV dari Magelang hingga Jakarta dan bukan soal komunikasi dari para saksi.

Bahkan, katanya, tidak ada pula penjelasan terkait komunikasi Brigadir J dengan keluarganya.

"Pertanyaannya apakah dalam identifikasi CCTV tersebut ada identitas keluarga almarhum. Jadi hal ini yang membuat publik bertanya-tanya sepertinya Komnas HAM jadi bumper, jadi corong Polri," tuturnya dikutip dari Kompas Petang di YouTube Kompas TV, Sabtu (30/7/2022).

Mansur pun mengaku curiga bahwa adanya upaya menutup-nutupi sehingga membuat pihaknya semakin ragu akan kinerja Komnas HAM terkait penyelidikan tewasnya Brigadir J.

"Kami menghormati sangat percaya Komnas HAM profesional, namun akhir-akhir ini penyampaiannya tidak spesifik," jelasnya.

Penjelasan Komnas HAM, Minta Publik Lihat Video secara Lengkap

Sebelumnya, Choirul Anam sempat memegang kertas besar yang diduga berisi soal informasi penyelidikan terkait kasus tewasnya Brigadir J pada Rabu (27/7/2022).

Namun, warganet melihat sikap Anam yang mencurigakan di mana kertas yang dipegangnya dilipat dan diduga agar tidak diketahui wartawan.

Dikutip dari Kompas TV, Anam pun meminta publik agar menonton video konferensi pers itu secara utuh agar terhindar dari informasi yang tidak benar.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved