Manado Sulawesi Utara

Rudenim Manado Sulawesi Utara Tahan 13 Deteni, Berasal dari Afghanistan, Belanda, China dan Filipina

Berjumlah 13 orang dengan rincian 10 warga Afghanistan, 1 warga negara China, 1 warga negara Filipina, dan 1 negara Belanda.

Penulis: Rhendi Umar | Editor: Handhika Dawangi
Tribun Manado/Rhendi Umar
Kepala seksi, registrasi, administrasi dan pelaporan Dyka L Putra saat berbincang dengan Deteni asal China. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kota Manado mengungkap soal jumlah deteni mereka saat ini.

Tercatat saat ini jumlah deteni berjumlah 13 orang dengan rincian 10 warga Afghanistan, 1 warga negara China, 1 warga negara Filipina, dan 1 negara Belanda.

(Deteni adalah orang asing penghuni rumah detensi imigrasi atau ruang detensi imigrasi yang telah mendapatkan keputusan pendetensian dari pejabat imigrasi. (jakartaselatan.imigrasi.go.id)

Karudenim Roberthus Sidharta melalui kepala seksi, registrasi, administrasi dan pelaporan Dyka L Putra menerangkan para deteni melakukan berbagai jenis pelanggaran.

"Kalau Filipina rata-rata dari illegal fishing atau tidak memiliki dokumen, kemudian izin negara yang sudah habis berlaku seperti tahanan dari China dan Belanda," jelasnya kepada Tribun Manado Kamis (28/7/2022).

Dyka pun menegaskan, pihak Rudenim Manado akan melakukan gerak cepat deportasi dengan menghubungi divisi, kantor pusat dan perwakilan negaranya.

"Jadi memang semuanya, muaranya akan dideportasi dan akan dikembalikan ke negaranya," ujarnya.

Lanjutnya, saat ini situasi para deteni di Rudenim Manado sangat kooperatif dan baik, hanya ada beberapa kendala khusus seperti kekurangan uang untuk kembali ke negara.

"Seperti WNA China, dia karena covid-19 meningkat hingga tiket kepulangan kesana itu sangat mahal, dan dia tidak memiliki uang, dan harus melewati karantina di Indonesia, karantina di China kemudian melakukan PCR baru dia bisa pulang ke negaranya," jelasnya.

Dia pun memberikan himbauan kepada warga yang menemukan WNA atau disinyalir mencurigakan dan sudah tinggal lebih lama, agar dapat melaporkan ke kantor Imigrasi terdekat untuk dilakukan proses pemeriksaan.

"Biasanya dari kantor imigrasi setelah dilakuka n pemeriksaan dan pendetensian, dalam waktu tempo paling lama 30 hari, kalau tidak ada keputusannya, baru diserahkan kepada kami Rudenim untuk dilakukan proses deportasi," ujarnya. (Ren)

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved