Kabar Artis

Nasib Sulaiman Eks Sopir Nindy Ayunda, Kini Minta Bantuan Kapolri soal Kasus Dugaan Penyekapan

Sulaiman, mantan sopir Nindy Ayunda mendadak muncul dan meminta bantuan Kapolri Listyo Sigit Prabowo soal kasus dugaan penyekapan dan penganiayaannya

KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISI
Eks sopir Nindy Ayunda, Sulaiman (kanan) beserta istri, Rini Diana, terlihat didampingi oleh kuasa hukum mereka, Fahmi Bachmid (tengah). Keduanya berada di Polres Metro Jakarta Selatan usai menjalani pemeriksaan kasus dugaan kejahatan terhadap kemerdekaan orang dengan terlapor Nindy Ayunda. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sosok Sulaiman, eks sopir artis Nindy Ayunda, akhirnya muncul ke publik dan buka suara soal kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan yang dialaminya.

Beredar di media sosial, video saat Sulaiman eks sopir Nindy Ayunda meminta perlindungan hukum dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Blak-blakan, Sulaiman eks sopir Nindy Ayunda yang diketahui pernah membantah disekap dan dianiaya mantan majikannya tersebut mengubah pernyataannya.

Sulaiman mengaku dulu membantah karena mendapat tekanan.

Diketahui, kasus dugaan penyekapan yang menyeret nama mantan istri Askara Parasady Harsono tersebut sudah dilaporkan istri Sulaiman, Rini Diana, ke Polres Metro Jakarta Selatan pada Februari 2021 lalu, dengan terlapor Nindy Ayunda.

Setelah melalui sejumlah proses, Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan pun menaikkan status kasusnya dari penyelidikan menjadi penyidikan.

Usai jalani pemeriksaan pada Selasa (5/7/2022), Sulaiman, Rini Diana dan kuasa hukum mereka yakni Fahmi Bachmid menjelaskan kronologi kejadian.

Kronologi Dugaan Penyekapan dan Penganiayaan yang Dialami Sulaiman

Kuasa hukum Rini Diana dan Sulaiman, Fahmi Bachmid saat mendampingi kliennya menjalani pemeriksaan soal kasus dugaan penyekapan oleh Nindy Ayunda di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (4/7/2022).
Kuasa hukum Rini Diana dan Sulaiman, Fahmi Bachmid saat mendampingi kliennya menjalani pemeriksaan soal kasus dugaan penyekapan oleh Nindy Ayunda di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (4/7/2022). (KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISI)

Dikutip dari Kompas.com, berikut penjelasan pihak Sulaiman.

Masalah berawal dari Sulaiman yang dituding memata-matai bosnya.

"Ya kasus ini, saya kan disekap karena saya telah memata-matai bos saya waktu kerja di…," kata Sulaiman yang pembicaraannya langsung dipotong kuasa hukum, Fahmi Bachmid, Selasa (5/7/2022).

Suatu hari, tepatnya 11 Februari 2021, Sulaiman yang matanya ditutup menggunakan kain hitam menerima bogem mentah hingga tendangan ke arah rusuk dari pelaku.

"(Menggunakan) Dengan tangan saja, tangan kosong. Pakai alat (juga), enggak tahu alat apa. Karena, posisi saya kan, mata ditutup," ucap Sulaiman usai menjalani pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Selatan, Selasa (5/7/2022).

Dia mengaku tidak mengetahui pelaku pemukulan pada saat itu karena matanya tertutup kain hitam.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved