Sangihe Sulawesi Utara

Dinas Dukcapil Sangihe Sulawesi Utara Sosialisasikan Aturan Penulisan Nama di Dokumen Kependudukan

Ratna Lombongadil mengatakan pihaknya telah mensosialisasikan terkait penulisan nama di dokumen kependudukan. 

Penulis: Nelty Manamuri | Editor: Handhika Dawangi
Tribun Manado/Nelty Manamuri
Ratna Lombongadil 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kini penulisan nama di dokumen kependudukan tidak boleh melebihi 60 karaker termasuk spasi.

Hal itu sesuai dengan Permendagri Nomor 73 Tahun 2022 yang diterbitkan pada 21 April 2022. 

Pemerintah Sangihe Sulawesi Utara sudah menindaklanjutinya. 

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Sangihe Ratna Lombongadil mengatakan pihaknya telah mensosialisasikan terkait penulisan nama di dokumen kependudukan. 

Salah satu contoh jika nama do akte kelahiran tidak sesuai dengan ketentuan maka akan bermasalah saat kepengurusan berbagai kepentingan masyarakat.

"Tentunya kita tau bersama jika nama dalam dokumen kependudukan akte misalnya jika tidak sesuai dengan ketentuan maka masyarakat akan kesulitan dalam urusan-urusan yang menyangkut pemberlakuan data penduduk (Dokumen kependudukan). 

Saya berharap ini menjadi perhatian masyarakat," ujar Ratna Rabu (27/07/2022).

Lanjut Ratna, sosialisasi telah dilakukan pada 25 Juli 2022.

"Kami sudah melakukan sosialisasi bagi masyarakat melalui jajaran di tingkat Kelurahan dan Kampung sebab kepengurusan dokumen kependudukan dimulai dari Kampung dan kelurahan." ujar dia. (Nel)

Isi Lengkap Permendagri Nomor 73 Tahun 2022: Nama Maksimal 60 Huruf dan Minimal 2 Kata

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved