Bolsel Sulawesi Utara

Baru Terungkap Motif Penganiayaan yang Sebabkan Pria di Desa Onggunoi Pintim Bolsel Tewas

Polres Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) menggelar Konferensi pers kasus penganiayaan yang mengakibatkan pria meninggal dunia di Desa Onggunoi

Penulis: Indra Wahyudi Lapa | Editor: Chintya Rantung
Indra Lapa/Tribun Manado
Kapolres Bolsel didampingi Kasat Reskrim dan Kasi Humas saat melakukan konferensi pers 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Polres Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) menggelar Konferensi pers kasus penganiayaan yang mengakibatkan pria meninggal dunia di Desa Onggunoi, Kecamatan Pinolosian Timur (Pintim).

"Waktu kejadian pada Sabtu 23 Juli 2022. Diketahui dua orang ini berteman baik," ujar Kapolres Bolsel AKBP Ketut Suryana, di Aula Polres, Selasa (26/7/2022)

Kapolres menyampaikan, adapun motif dari kejadian tersebut adalah selisih paham.

"Tersangka berselisih paham dengan korban yang pada saat itu keduanya dalam pengaruh minuman keras (miras) hingga terjadi perkelahian menggunakan senjata tajam (Sajam) pisau dan mengakibatkan korban meniggal dunia," ungkapnya.

Ditambahkan Kasat Reskrim Bolsel, AKP Daud Lepong, bahwa korban mengalami beberapa tusukan.

"Terdapat dua tusukan. Kiri dada dan dibawa ketiak kanan. Belum sampai penanganan medis korban sudah meninggal dunia," ujar Kasat Reskrim.

Ia mengatakan, pihaknya akan mendalami kasus tersebut.

"Kami tetapasih mendalami kasus ini, kalau ada keterangan lain dan itu akan diketahui apakah ada motif lainya. Hari ini baru keterangan tersangka," jelasnya.

AKP Daud mengatakan, tersangka bernama A.R berusia 51 tahun, Desa Onggunoi Kecamatan Pinolosian Timur.

"Pelaku dijerat dengan Pasal 338 KUHP, subsider Pasal 351 ayat (3) KUHP Jo. UU Darurat. No. 12 tahun 1951," tutupnya.

Berikut Kronologi kejadian.

Sabtu tanggal 23 Juli 2022, penganiayaan hingga mengakibatkan korban meninggal dunia bermula ketika korban mendatangi rumah S.R (53) tahun, yang pada saat itu ada empat orang lainya sedang mengonsumsi minuman keras (Miras) jenis captikus.

Berdasarkan keterangan saksi S.R dan I.P, sekitar pukul 21.00 Wita, korban datang dan masuk ke rumah S.R. Pada saat itu SR sempat berbincang dengan korban.

Kemudian datang pelaku A.R dan berbicara dengan Korban, namun saksi S.R tidak mengetahui apa yang sedang dibicarakan oleh pelaku dan korban, tak lama kemudian korban meminta permisi untuk pulang ke rumah.

Namun, sekitar pukul 22.00 wita, S.R dan empat orang lainya mendengar suara teriakan dan melihat korban tergeletak di tanah dan sudah berlumuran darah. S.R dan empat temannya langsung membawa korban ke Puskesmas Onggunoi, namun korban sudah meninggal sebelum masuk Puskesmas. (Dra)

Baca juga: Baru Terungkap, LPSK Ungkap Keberadaan Bharada E Saat ini yang Sempat Menjadi Misteri

Baca juga: Kabupaten Sangihe Sulawesi Utara Dapat DAK Rp 12 Miliar untuk Rekonstruksi 4 Paket Jalan Kabupaten

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved