Bolsel Sulawesi Utara

Kronologi Kasus Penganiayaan di Desa Onggunoi Pintim Bolsel Sulawesi Utara

Terjadi kasus penganiayaan di Kecamatan Pinolosian Timur (Pintim), Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel).

Penulis: Indra Wahyudi Lapa | Editor: Chintya Rantung
Ist
Terduga Pelaku kasus penganiayaan di Kecamatan Pintim, Bolsel 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Terjadi kasus penganiayaan di Kecamatan Pinolosian Timur (Pintim), Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel).

"Kejadian pada hari Sabtu tanggal 23 Juli 2022 pada pukul 22.30 Wita telah terjadi penganiayaan menggunakan senjata tajam hingga korban L.M meninggal dunia di desa Onggunoi Kecamatan Pintim," ujar Kapolsek Pinolosian, AKP Rusman M. Saleh, Senin (25/7/2022).

AKP Rusman mengatakan, terduga pelaku penganiayaan A.R warga Desa Onggunoi.

A.R berusia 51 tahun, Desa Onggunoi Kecamatan Pinolosian Timur.

Rusman pun menjelaskan kronologis menurut keterangan beberapa saksi P.E (34) bersama ke empat temannnya saat itu berada di teras depan rumah milik S.R (53) sekitar pukul 21.30 Wita sedang mengkonsumsi minuman keras jenis cap tikus.

"Sambil memutar lagu lewat spiker kecil, kemudian datang korban L.M (58) masuk kedalam rumah milik lelaki S.E.

Kemudian beberapa saat korban membritahukan bahwa korban ingin pulang sekitar 22.00 Wita saksi Lelaki P.E bersama ke empat temannya mendengar suara teriakan," terangya.

Lanjutnya, kemudian melihat korban L.M sudah terjatuh ke tanah dan mengeluarkan banyak darah, lalu saksi dan keempat temannyya mengaangkat korban dan membawa ke puskesmas Onggunoi.

Selain itu, berdasarkan keterangan dari lelaki I.P (35) pada saat kejadian penganiayaan terhadap korban, saksi tidak berada di tempat kejadian.

"Saksi menjelaskan bahwa saksi bersama ke empat temannya pada saat berada di rumah milik S.R kemudian mendengar suara teriakan setelah melihat bahwa korban lelaki L.M sudah terpapar ketanah dan berlumuran darah.

Kemudian saksi bersama keempat temannya membawa ke puskesmas Onggunoi," katanya lagi.

Sementara itu, berdasarkan keterangan S.R dan I.P (17) sekitar pukul 21.00 wita korban datang dan masuk ke rumah milik saksi.

"Kemudian saksi dan korban sempat berbincang-buncang lalu datang lelaki A.R di jalan dan berbicara dengan Koban.

Namun saksi tidak mengetahui apa yang di bicarakan oleh lelaki A.R dan korban L.M.

Bebrapa saat kemudian korban hendak minta permisi untuk pulang, sekitar pukul 22.00 wita kemudian saksi mendengar ada suara teriakan setelah melihat koran sudah tergeletak ke tanah dan sudah berlumuran darah," pungkasnya. (Dra)

Baca juga: Kasus Pelecehan Oknum Guru Viral, Wagub Sulawesi Utara Steven Kandouw Singgung Moral Tenaga Pendidik

Baca juga: Polisi Sitaro Iwan Permadi Bakal Lanjutkan Program Prioritas: Kriminalitas Menonjol dan Vaksinasi

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved