Brigadir J Tewas

Sosok Dokter Forensik yang Pertama Kali Autopsi Jenazah Brigadir J, Dicurigai Kerja Dibawah Tekanan

Susno Duadji curiga bahwa dokter forensik yang pertama kali autopsi jenazah Brigadir J bekerja di bawah tekanan.

Editor: Ventrico Nonutu
KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES/Reader's Digest
Mantan Kepala Bareskrim Polri, Susno Duadji curiga dengan kinerja dokter forensik yang pertama kali autopsi jenazah Brigadir J. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sosok dokter forensik yang pertama kali autopsi jenazah Brigadir J kini jadi sorotan.

Peran dokter forensik yang autopsi jenazah ajudan Irjen Ferdy Sambo itu disorot mantan Kabareskrim Polri, Susno Duadji.

Bahkan Susno Duadji mendesak Polri untuk memeriksa dokter forensik tersebut.

Baca juga: Kondisi Terkini Rumah Kadiv Propam Nonaktif, Usai Prarekonstruksi Kasus Tewasnya Brigadir J

Baca juga: Sosok Dokter RSPAD Dikirim Jendral Andika Perkasa Ikut Autopsi Jenazah Brigadir J, Kemampuan Terbaik

Susno Duadji pun menyoroti hasil autopsi pertama yang dilakukan di RS Polri Kramat Jati dan menyatakan penyebab kematian Brigadir J dikarenakan luka tembak.

Susno Duadji curiga bahwa dokter forensik tersebut bekerja di bawah tekanan.


Foto: Brigadir J.

Susno Duadji juga mendesak agar Polri bisa membuka hasil visum pada Brigadir J ke publik.

"Catatan saya, dokter yang memeriksa dan memberikan autopsi itu harus diperiksa, bila perlu dinonaktifkan. Karena dia janggal, dan visumnya harus dibuka ke publik, apa visum yang dibuat dokter itu. Jadi sorotan kita juga harus ke dokter yang memeriksa itu," kata Susno Duadji dalam tayangan video di kanal YouTube Kompas TV, Sabtu (23/7/2022).

Menurut Susno Duadji, pemeriksaan pada dokter forensik tersebut perlu dilakukan untuk mengetahui apakah dokter tersebut bekerja di bawah tekana atau tidak.

Karena jika dokter tersebut benar-benar melakukan tugasnya untuk mengautopsi jenazah Brigadir J dengan benar, maka hasil autopsi tersebut tidak akan diperdebatkan oleh publik.

Selain itu sejak awal juga bisa terungkap jelas apa sebenarnya penyebab kematian Brigadir J, serta darimana asalnya temuan luka-luka pada jenazah Brigadir J.

"Dia memeriksa itu di bawah tekanan atau meriksa beneran? Karena kalau memeriksa beneran public tidak akan ribut, ini kena tembak peluru, luka sayat atau kena benda tumpul. Atau dokter-dokteran yang periksa," tegas Susno Duadji.

Diketahui sebelumnya Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Budhi Herdi Susianto telah mengungkap hasil autopsi sementara yang menyatakan Brigadir J meninggal karena luka tembak.

Namun kemudian pihak keluarga mengungkap kejanggalan temuan luka sayat, luka memar dan luka lainnya selain luka tembak pada jenazah Brigadir J, hingga akhirnya membuat publik bertanya-tanya darimana luka-luka tersebut berasal.

Halaman
1234
Sumber: TribunNewsmaker
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved