Minahasa Sulawesi Utara

Perang Lawan Rabies, Kabupaten Minahasa Tekan Kasus Kematian Andalkan Program One Health

Penyakit Rabies jadi momok bagi Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara.

Penulis: Ryo_Noor | Editor: Chintya Rantung
HO
Distan Tomohon, Sulawesi Utara, saat melakukan penyuntikan vaksin rabies terhadap hewan peliharaan 

TRIBUN MANADO.CO.ID - Penyakit Rabies jadi momok bagi Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara.

Dulu rata-rata per tahun angka kematian akibat rabies antara 5-10 orang, berbagai upaya dilakukan untuk memerangi penyakit mematikan ditularkan lewat hewan ini, satu di antaranya lewat program One Health.

"Dulu Minahasa itu kematian akibat rabies ada di 5-10 orang per tahun, nomor 1 di Sulut, sekarang angka kematian bisa ditekan jauh, tahun ini ada 1 kasus kematian.

Kasus gigitan anjing tapi tidak dilaporkan ke Puskesmas, " kata drh Louise Kumaunang, Analis Kebijakan Muda, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Minahasa saat diwawancarai tribunmanado.co.id di Kantor Distanak Provinsi Sulut, Rabu (20/7/2022) .

One Health ini kata drh Louise Kumaunang mendekatkan masyarakat ke pelayanan

Ia menjelaskan, One Health ini merespon cepat, jika pasien mengalami gigitan anjing segera mendatangi Puskesmas untuk mendapat perawatan. Data pasien akan dimasukan ke sistem.

Pasien mendapat perawatan, termasuk pemberian vaksin anti rabies berdasarkan risiko.

Data kasus itu akan dikembangkan, tim akan turun menelusuri anjing tersebut. Kemudian dilakukan observasi melihat kondisi anjing, jika terindikasi rabies maka tim akan turun melakukan vaksin massal anjing di tempat tersebut.

Drh Louise mengatakan, kasus gigitan anjing di Minahasa itu rata-rata di atas 30 gigitan per bulan.

Jika dirata-ratakan, maka tiap hari ada kasus gigitan, bahkan sehari bisa lebih dari satu kasus

Tahun 2019 saja ada 1.147 kasus gigitan kemudian Tahun 2022 ada 932 kasus gigitan.

Angka ini bisa muncul jika korban gigitan melapor ke Puskesmas.

"Juni 2022 ada 50 kasus gigitan di Minahasa," katanya.

Maka untuk mencegah penularan rabies, cara paling efektif memberikan vaksin ke hewan peliharaan semisal anjing dan kucing.

Hanya saja tantangannya, masih banyak masyarakat yang enggan hewan peliharaannya divaksin. (ryo)

Baca juga: Tiba di Mako Polres Kepulauan Sitaro, Kapolres AKBP Iwan Permadi Disambut Secara Adat

Baca juga: Pantas Habib Rizieq Shihab Bisa Bebas Padahal Masa Tahanan Usai 2024, Ternyata Wanita Ini Jaminannya

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved