Minahasa Sulawesi Utara

Warga Sorot Kinerja Kejari Minahasa Sulawesi Utara, Sejumlah Kasus Masih Mengendap

Kinerja Kejari Minahasa Sulawesi Utara Mendapat Sorotan dari Warga, Sejumlah Kasus Masih Mengendap.

Penulis: Mejer Lumantow | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Mejer Lumantow
Kajari Minahasa Dicky Octavia SH MH - Penanganan sejumlah Kasus di Kejaksaan Negeri (Kejari) Tondano Minahasa Sulawesi Utara dinilai belum maksimal. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Penanganan sejumlah Kasus di Kejaksaan Negeri (Kejari) Tondano Minahasa, Sulawesi Utara, dinilai belum maksimal. 

Sejumlah masyarakat Minahasa mempertanyakan kinerja Kejari Minahasa dalam menangani kasus-kasus yang dilaporkan yang hingga saat ini belum ditindaklanjuti secara komprehensif. 

Sebut saja, kasus dugaan penyelewengan Dana Desa di Desa Kapataran Satu Kabupaten Minahasa.

Kasus ini diduga dilakukan oleh oknum Hukum Tua inisial BT yang dinilai melakukan penyimpangan terhadap Proyek pembangunan Air Bersih.

Proyek yang bernilai ratusan juta yang bersumber dari Dana Desa Kapataran Satu tersebut dinilai bermasalah. 

Kepada Tribunmanado.co.id, sejumlah warga yang enggan menyebut namanya, mengatakan telah melaporkan kasus tersebut ke Kejaksaan Negeri Tondano, namun hingga saat ini belum ada tindaklanjut. 

"Waktu lalu kita sudah laporkan ke Kejari, tetapi sampai saat ini belum ada tindaklanjut," keluh warga. 

Kata warga, masalah penyimpangan yang terjadi di Desa Kapataran Satu sudah lama bergulir, dan kuat dugaan Pemerintah Desa (Pemdes) telah bekerja sama dengan Kumtua.

"Sehingga kami memilih melaporkan persoalan ini ke Kejari Minahasa," ujar dia.

Sementara itu, kasus besar lainnya yang sementara ditangani oleh Kejari Minahasa adalah dugaan korupsi proyek pengerjaan Jamban senilai 1,9 Miliar di 13 Desa oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Minahasa.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved