Kecelakaan Lalu Lintas
Reaksi Sopir dan Kernet Truk BBM Usai Kecelakaan di Cibubur, Saksi: Nangis dan Berjalan Kebingungan
Kecelakaan maut di Cibubur, Truk tangki BBM tabrak sejumlah kendaraan hingga tewaskan 10 orang
TRIBUNMANADO.CO.ID - Terkait kecelakaan lalu lintas di Cibubur yang tewaskan 10 orang.
Diketahui sebellumnya truk tangki BBM pertamina menabrak sejumlah kendaraan.
Usai kecelakaan tersebut reaksi sopir dan kernet truk BBM jadi perhatian.
Baca juga: Gempa Guncang Yogyakarta Siang Ini Selasa 20 Juli 2022, Baru Saja Guncang Darat, Info Terkini BMKG
Baca juga: Ramalan Zodiak Besok Kamis 21 Juli 2022, Aries Jangan Berlebihan, Gemini Merasa Lelah
Baca juga: Daftar Wilayah yang Sinyal 3G Telkomsel-nya Akan Dimatikan per Rabu 20 Juli 2022
Foto : Kecelakaan terjadi di Cibubur, Jawa Barat pada Senin (18/7/2022) yang melibatkan truk pengangkut BBM dan menabrak sejumlah motor dan mobil. (Kolase Tribunnews/Istimewa)
Kecelakaan maut di Cibubur menelan sepuluh korban tewas dan lima luka-luka.
Sementara kondisi sopir dan kernet truk Pertamina yang kini jadi tersangka dikabarkan tidak mengalami luka.
Seorang saksi mata menceritakan tingkah sopir dan kernet truk Pertamina usai kecelakaan tersebbut.
Saksi mata tersebut adalah seorang petugas keamanan atau satpam.
Diungkap sang satpam, sopir truk Pertamina sempat menangis di dalam pos satpam sekitar lokasi kejadian pasca terjadi kecelakaan maut di Jalan Alternatif Cibubur, Bekasi pada senin (18/7/2022) sore kemarin.
Saat kejadian tersebut, sang sopir langsung keluar dari kendaraannya, dan bergegas mencari pertolongan.
Dengan tujuan, ia takut diamuk oleh warga karena melihat banyaknya korban yang terlindas oleh kendaraan yang ia bawa.
Sopir kendaraan tersebut berlari masuk kedalam dealer dan menemui salah satu satpam.
Setiawan, seorang satpam di lokasi kejadian menceritakan, sang sopir ini diamankan di dalam pos tempatnya bertugas.
Namun, sang sopir masih belum bisa tenang.
"Di dalem pos saya kunciin dari luar, sopir ini kan nangis terus sampe guling-guling, saya suruh tiarap biar engga berisik sampe polisi dateng, takutnya kan ada warga yang tau nanti dia apa-apain," ujar Setiawan.
Lebih lanjut Setiawan mengatakan, saat kejadian tersebut kernetnya seperti terlihat kebingungan, seolah-olah tidak percaya dengan apa yang terjadi.
Namun akhirnya kerneknya pun ikut masuk ke dalam pos untuk menunggu polisi datang.
"Kernetnya biasa aja masih jalan-jalan kaya orang kebingunan, terus masuk juga tuh duduk didalem pos sambil bawa-bawa map dikasihin ke saya 'pa ini berkas-berkas DO pengisian'," kata Setiawan.
Menurut kesaksian Setiawan, sopir dan kernek tidak mengalami luka, karena keduanya bisa keluar dari kendaraannya sendiri tanpa dibantu.
Setiawan pun menggambarkan perkiraan usia dan perawakan sopir dan kernek tersebut.
"Kalau sopirnya badannya agak berisi perkiraan usia 35 sampe 40 tahunan lah kira-kira, sedangkan kerneknya itu lebih muda, badannya tinggi," jelasnya.
Berselang sekitar satu jam, akhirnya petugas kepolisian mengamankan kedua sopir dan kernet mobil tanki pertamina tersebut.
Foto : Kecelakaan fatal Truk Tangki Pertamina Tabrak Banyak Kendaraan. (Kolase Tribun Manado)
Sopir dan Kernet Jadi Tersangka
Kasus kecelakaan di Cibubur jadi sorotan, polisi bertindak sigap.
Polisi akhirnya menetapkan dua orang tersangka atas kecelakaan maut di Jalan Alternatif Cibubur ke arah Cileungsi, Jawa Barat, Senin (18/7/2022).
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan, kedua tersangka itu ialah sopir dan kernet truk.
Menurut polisi, kelalaian dari 2 orang tersangka ini telah menyebabkan nyawa 10 orang melayang, dan 5 orang luka-luka.
"Telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus ini. Pertama saudara Supadi ini adalah sopir truk tangki BBM tersebut."
"Kemudian kedua adalah saudara Kasira ini merupakan kernet daripada truk tangki BBM tersebut," ujar Kombes Pol Endra Zulpan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (19/7/2022) dilansir dari Tribunnews.com.
Lebih lanjut, Kombes Pol Endra Zulpan mengurai penyebab kecelakaan maut ini masih diduga karena rem blong.
Namun dugaan itu masih perlu didalami lebih jauh dengan melibatkan tim traffic accident analysis (TAA).
"Dugaan sementara penyebab kejadian ini adalah rem blong, tetapi tentunya akan melakukan olah TKP yang mendalam dengan tim TAA agar menemukan penyebab konkret," kata Kombes Pol Endra Zulpan.
Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com