Minahasa Sulawesi Utara

Data Tahun 2022, 431 Warga Minahasa Sulawesi Utara Digigit Anjing Rabies, 1 Meninggal Dunia

Data Tahun 2022 Menunjukkan Bahwa 431 Warga Minahasa Sulawesi Utara Digigit Anjing Rabies, Satu Orang Meninggal Dunia.

Penulis: Mejer Lumantow | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Mejer Lumantow
Pemberian Vaksin Anti Rabies kepada masyarakat Minahasa Sulawesi Utara yang dilakukan oleh Puskesmas Sonder dan Puskesmas Koya, Rabu (20/7/2022). 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Kasus Rabies di Kabupaten Minahasa ternyata cukup tinggi. 

Pasalnya, tahun 2022 dari Januari hingga Juni, kasus gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) di Minahasa, Sulawesi Utara mencapai angka 431, terbanyak digigit oleh hewan anjing. 

Bahkan, dari kasus tersebut 1 orang warga asal Desa Pinabentengan, Kecamatan Tompaso Barat meninggal dunia akibat gigitan anjing rabies. 

Hal ini diungkapkan Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Jouna, mewakili Kepala Dinas Kesehatan Minahasa dr Olvine Rattu .

Jouna mengatakan, Rabies di Minahasa saat ini menjadi perhatian serius Dinkes Minahasa.

"Iya, dari Januari hingga Juni Kasus gigitan HPR di Minahasa mencapai 431 kasus.

Sedangkan paling banyak tahun 2021 lalu, mencapai 1.079 kasus gigitan hewan penular rabies," beber Jouna kepada Tribunmanado.co.id, Rabu 20/7/2022).

Jouna menjelaskan, untuk satu kasus pasien meninggal akibat gigitan HPR yang ada di Desa Pinabetengan karena tidak melapor ke Fasilitas Kesehatan (Faskes) terdekat. 

Oleh karena itu, dirinya mengimbau kepada masyarakat yang digigit HPR supaya segera melaporkan dan membawa pasien ke Puskesmas. 

"Jadi bagi masyarakat, kalau ada kasus gigitan, langsung melapor ke Faskes terdekat 1x24 jam akan langsung ditangani oleh petugas di Puskesmas," imbau Jouna

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved