Mitra Sulawesi Utara

Kabupaten Mitra Sulawesi Utara Catat 2 Kasus Kematian Diduga Rabies

Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Tenggara Sulawesi Utara Catat 2 Kasus Kematian Diduga Rabies.

Penulis: Kharisma Kurama | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Kharisma Kurama
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mitra, dr Helny Ratuliu mengatakan, pihaknya telah mencatat dua kasus kematian diduga rabies di Mitra Sulawesi Utara. 

Kepala Dinas Kesehatan Mitra, dr. Helny Ratuliu mengatakan, pihaknya telah berupaya maksimal untuk menyelamatkan nyawa pasien atad nama Kifli Tangel (6) itu.

"Pada kesempatan ini kami ingin menjelaskan, penangan yang dilakukan kepada pasien sudah sesuai dengan standar pelayanan yang ada di Puskesmas," ujarnya, saat konferensi pers di Kantor Bupati Mitra, Senin (18/7/2022).

Ia menceritakan kronologi penanganan pasien yang dilakukan Puskesmas Tombatu.

"Saat pasien tiba di Puskesmas Tombatu, petugas medis bersama dokter jaga langsung memberikan pelayanan dan pemeriksaan kepada pasien di tempat tidur atau bad UGD.

Ketika diobservasi saat itu pasien mengalami deman, mual, mutah dan gelisah.

Dari hasil observasi berdasarkan gejala yang dirasakan pasien, petugas medis kemudian memberikan obat," ucapnya.

Dijelaskan, setelah dilakukan tindakan medis termasuk memberikan obat, pasien tidak ada perubahan dan semakin menunjukan kegelisahan.

"Petugas medis kemudian menyakan kepada orang tua apakah pasien sebelumnya tidak pernah digigit anjing.

Dari situ orang tua pasien mengatakan, beberapa waktu sebelumnya pasien pernah digigit anjing namun belum sempat disuntik karena saat itu kehabisan stok vaksin di Puskemas Silian," terangnya.

Pada saat itu, kondisi pasien semakin menunjukan kegelisahan.

Kemudian oleh orang tua (ibu) yang tidak kuat melihat kondisi anaknya mangangkat/memeluk pasien dari tempat tidur/bed UGD dan membawa pasien ke luar dari ruang UGD. 

"Ketika berada di luar UGD pasien semakin menunjukan kegelisahan dan terus merontak (seperti menahan sakit). Orang tua pasien pun tak bisa lagi menangi dan meminta bantuan petugas medis.

Disaat itu demi keamanan pasien yang sudah tidak bisa lagi dikendalikan, atas permintaan orang tua untuk membantu petugas berinisiatif untuk mengambil kain has kemudian mengikatkannya ke tangan dan kaki pasien.

Setelah itu kemudian pasien di rujuk ke RSUD Noongan," jelasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved