Respon Paulus Waterpauw Dijadikan DPO Oleh TPNPB-OPM, Tak Takut Ancaman

Dalam unggahannya, TPNPB-OPM Kodap IV Sorong memasukkan Pj Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw dalam daftar pencarian orang (DPO) kelompoknya.

Editor: Alpen Martinus
Dok. Istimewa
Kabaintelkam Polri Komjen Paulus Waterpauw ungkap dampak negatif KKB di Papua dilabeli teroris. 

TRIBUNMANADO.CO.ID- Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap IV Sorong terus tebar ancaman.

Satu di antara target mereka adalah Pejabat Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw.

Namun sebagai Perwira Polisi, gertakan tersebut bukan satu hal yang menakutkan, bahkan ia berbalik menantang.

Baca juga: TPNPB Ancam Bunuh Paulus Waterpauw, Pj Gubernur Papua Barat: "Kalau Ada Masalah Ya Datang"

Simak video terkait :

Ia memberikan respon atas ancaman yang dilayangkan Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap IV Sorong.

Ia menghardik balik kelompok OPM untuk datang langsung kepadanya ketimbang memberikan ancaman.

Ia pun mengaku terbuka untuk melakukan diskusi

Sebelumnya, kelompok itu mengeluarkan ancaman kepada pejabat-pejabat di Papua yang mendukung Daerah Otonomi Baru (DOB).

Baca juga: Profil Paulus Waterpauw, Dilantik Mendagri Jadi Pj Gubernur Papua Barat, Komjen Polisi Putra Papua


Paulus Waterpauw.(KOMPAS.com/Kristian Erdianto)

Ancaman tersebut disebarkan melalui rekaman video yang dikirimkan oleh Juru Bicara TPNPB-OPM Sebi Sambom.

Dalam unggahannya, TPNPB-OPM Kodap IV Sorong memasukkan Pj Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw dalam daftar pencarian orang (DPO) kelompoknya.

Arnoldus Koccu, pimpinan TPNPB-OPM Kodap V Sorong Raya dalam pernyataannya menyebut bahwa Paulus saat masih menjabat sebagai Kapolda Papua telah membunuh nyawa orang.

Sementara itu dikutip dari Kompas.com, kepada kelompok yang mengancamnya, Paulus meminta agar memilih langkah pembicaraan dan diskusi dibandingkan dengan ancaman yang dikirim melalui rekaman video.

Baca juga: Pantas Nama Komjen Paulus Waterpauw Mencuat Sebagai Pengganti Gubernur Papua Barat, Ada yang Minta

Menurutnya, jika ingin menyampaikan aspirasi, sebaiknya disampaikan melalui dialog.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved