Nama 10 Warga Sipil Korban Tewas Dibantai KKB di Papua, Termasuk Pendeta Eliaser Baner

Total ada 10 orang korban yang saat ini sudah dibawa ke Puskesmas Kenyam, ibu kota kabupaten itu.

Editor: Alpen Martinus
Pos Kupang
KKB Papua Eksekusi Warga Sipil yang Dituding Mata-mata, Korban Dianiaya Kemudian Ditembak 

Victor menggambarkan sosok Egianus seperti remaja.

Begitu pun anak buahnya yang dinilai masih tergolong muda.

"Usianya sekitar 17-18 tahun, yang ada di sekitar Egianus juga masih remaja, usia belasan tahun," ucap Victor dikutip dari kompas.com, Rabu (31/7/2019).

Dilansir Wikipedia, Egianus lahir pada 1999 silam, yang berarti saat ini ia masih berusia 22 tahun.

Dari informasi yang ia dapat, Victor menyebut ayah Egianus bernama Silas Kogoya yang juga merupakan salah satu tokoh OPM. Namun, kini ayahnya sudah meninggal.

Dari pembicaraan selama 15 menit, Victor menilai Egianus merupakan sosok terpelajar, berbeda dengan masyarakat lain yang ada di pegunungan.

Namun, Egianus yang mengetahui bahwa ia sedang berbicara dengan seorang Jurnalis meminta agar hasil pembicaraan mereka tidak diberitakan.

Egianus Kogoya yang disebut-sebut sebagai otak aksi KKB Papua ini berada di sebuah daerah terpencil.

Untuk bertemu dengan Egianus, Victor menyebut ada pihak lain yang tidak bisa ia sebutkan membantu untuk membuatkan janji.

Pertemuan pun diatur pada tengah malam.

Sebelum bertemu, Victor Mambor memperkirakan, saat itu ia harus berjalan kaki sekitar 2 jam sebelum tiba di lokasi Egianus.

"Jalan gelap, saya ikut arahan saja. Saya tidak tahu itu kami jalan ke arah mana, sampai tiba di perkampungan," kata Victor.

Rupanya, Egianus sudah menunggu Victor di dalam sebuah honai (rumah adat suku pegunungan).

Pertemuan pun berlangsung hanya sebentar, sekitar 15 menit.

Egianus Kogoya Geram Dicap Teroris

Egianus Kogoya sempat menyatakan kegeramannya karena KKB di Papua dicap teroris.

Pada 30 April 2021 ia memposting di akun Facebook miliknya @Brigjend Egianus Kogeya.

Di postingan tersebut ia menuliskan kata-kata seolah kembali menantang aparat TNI-Polri yang saat ini masih mencoba menangkap para anggota KKB dalam keadaan hidup ataupun meninggal dunia.

"Terimakasih kolonial indonesia yang sudah kasih nama kami (OPM-TPNPB) sebagai teroris diidalam hukum anda. Tetapi sayang sekali, karena dengan begitu anda pertajam tatik perang gerilya Kami."

"Satu hal yang kamu harus tahu yaitu Teroris hanya didalam hukummu tetapi dimata Hukum Allah, Alam dan Hukum Internasional tidak demikian. Kau akan kalah ditangan kami karena Kami dilindungi tiga Hukum Besar, Benar dan Adil. Tiga banding satu mana bisa kau menang?".

"Segalah Perlengkapan Perang adalah Milikmu (indonesia) tetapi Medang Perang adalah Milik Kami (TPNPB-OPM)."

Tak ayal postingan itu juga menuai beragam komentar dari warganet.

Update berita Posbelitung,co di Google News

(Tribun-Papua.com/Bangkapos.com)

Artikel ini telah tayang di PosBelitung.co

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved