Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Polisi Tembak Polisi

Baru Terungkap Rudis Irjen Ferdy Sambo Kerap Sepi, Satpam Ungkap Keberadaan Brigadir J di Rumah TKP

Satpam di Kompleks Polri Duren Tiga, Jaksel, kediaman rudis Irjen Ferdy Sambo ungkap fakta terkait Brigadir J. Sang jenderal dan ibu kadang terlihat.

Editor: Frandi Piring
Kolase Tribun-Medan.com/TribunJakarta.com
Rumah Dinas Kadiv Propam, Irjen Pol Ferdy Sambo, Putri, dan Brigadir J Hutabarat. Rudis Irjen Ferdy Sambo Kerap Sepi, Tetangga Sampai Ungkap Fakta Kadiv Propam & Istri. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pengakuan Jafar, seorang petugas keamanan ( Satpam ) di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, terkait kediaman rumah dinas (rudis) Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo.

Jafar mengaku rudis Irjen Ferdy Sambo kerap sepi.

Bahkan, ia menyebut keberadaan Brigadir J yang diketahui tewas dalam insiden baku tembak dengan Bharada E di rumah tersebut, menurut Jafar, tidak sering berada di rumah itu.

"Tidak pasti (ada di rumah dinas Sambo)," kata Jafar kepada awak media di lokasi, Jumat (15/7/2022).

Lanjut Jafar, hanya ada beberapa orang dalam suatu waktu terlihat keluar masuk ke rumah berlantai dua dengan cat berwarna cream itu.

Beberapa orang yang kerap terlihat keluar masuk ke rumah dinas Ferdy Sambo hanya petugas kebersihan.

Kendati demikian, mereka pun tidak menetap di rumah itu.

Mereka biasanya langsung pulang jika pekerjaan sudah selesai.

"Kadang-kadang ada yang bersihin. Habis itu pulang. Enggak buat tinggal tetap," kata dia.

Hal senada diungkap Marjuki, petugas keamanan lainnya.

Menurut Marjuki , Ferdy Sambo datang ke sana hanya sesekali saja.

"Bapak dan ibu jarang (datang ke rumah dinas), cuma memang kadang ke sini," ujarnya Selasa (12/7/2022).

Meskipun begitu, menurut Marjuki memang yang menjaga rumah tetap ada.

"Yang jaga rumah ada, sesekali aja (Sambo) nengok ya namanya rumah takut ada kerusakan," kata Marjuki.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan rumah dinas Irjen Ferdy Sambo hanya dijadikan rumah singgah.

"Perlu rekan-rekan ketahui, bahwasanya rumah tersebut adalah rumah singgah," kata Kombes Budhi Herdi Susianto dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Selasa (12/7/2022).

Budhi menerangkan rumah terletak tidak jauh dari rumah asli keluarga Kadiv Propam Polri.

Rumah tersebut, disebut Budhi, digunakan untuk tempat isolasi ketika ada anggota keluarga yang dari luar kota.

Sambil menunggu hasil tes PCR Covid-19, keluarga Kadiv Propam Polri akan singgah di rumah tersebut.

"Jadi selama pandemi, rumah tersebut dipakai oleh keluaga untuk melakukan isolasi mandiri.

Apabila anggota keluarganya yang baru saja keluar pulang dari luar kota melakukan test PCR,

sambil menunggu hasil PCR keluar maka akan melakukan isolasi di rumah tersebut, adalah rumah persinggahan," jelasnya.

Kronologis kejadian

Diketahui, insiden baku tembak terjadi di rumah dinas Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo, Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7/2022) sekira pukul 17.00 WIB.

Menurut keterangan polisi peristiwa berawal saat Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J masuk ke kamar pribadi istri Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.

Diduga Brigadir J melakukan pelecehan dan menodong istri Irjen Ferdy Sambo dengan menggunakan senjata.

"Setelah melakukan pelecehan, dia juga sempat menodongkan senjata ke kepala ibu Kadiv," kata Kapolres Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto, Selasa (12/7/2022).

Saat itu, kata Budhi, Istri Irjen Ferdy terbangun dan hendak berteriak meminta pertolongan.

Namun, Brigadir J membentak istri Irjen Ferdy Sambo dan menyuruhnya untuk diam.

"Saudara J membalas "diam kamu!" sambil mengeluarkan senjata yang ada di pinggang dan menodongkan ibu Kadiv," ungkapnya.

Saat itu, istri Ferdy Sambo berteriak.

Brigadir J pun panik karena mendengar suara langkah orang berjalan yang diketahui merupakan Bharada E.

"Kemudian ibu Kadiv teriak minta tolong dan di situlah saudara J panik apalagi mendengar ada suara langkah orang berlari yang mendekat ke arah suara permintaan tolong tersebut," katanya.

Baru separuh menuruni tangga, Bharada E melihat sosok Brigadir J keluar dari kamar.

Bharada E kemudian bertanya kepada Brigadir J terkait teriakan tersebut.

Bukannya menjawab, Brigadir J malah melepaskan tembakan ke arah Bharada E.

"Pada saat itu tembakan yang dikeluarkan atau dilakukan saudara J tidak mengenai saudara E, hanya mengenai tembok," kata Budhi.

Berbekal senjata, Bharada E membalas serangan Brigadir J.

Hingga akhirnya, lima tembakan yang dilepaskan bersarang di tubuh Yosua.

"Saudara RE juga dibekali senjata, dia kemudian mengeluarkan senjata yang ada di pinggangnya. Nah ini kemudian terjadi penembakan," katanya.

Singkat cerita, Brigadir J pun tewas diterjang peluru yang dilesatkan Bharada E.

"Dari hasil autopsi disampaikan bahwa ada tujuh luka tembak masuk dan enam luka tembak keluar (tembus) dan satu proyektil bersarang di dada," kata Budhi.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Satpam Kompleks Sebut Rumah Dinas Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo Kerap Sepi, https://www.tribunnews.com/nasional/2022/07/16/satpam-kompleks-sebut-rumah-dinas-kadiv-propam-irjen-ferdy-sambo-kerap-sepi?page=all.

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved