Polisi Tembak Polisi
Misteri CCTV di Rumah Kadiv Propam Disebut Rusak dan Dekoder Kamera Diganti Polisi Tak Melapor RT
CCTV di Rumah Kadiv Propam dan Decoder CCTV di Pos Kompleks Perumahan Diganti jadi pertanyaan
TRIBUNMANADO.CO.ID - Saat ini kasus penembakan Brigadir J masih terus jadi pertanyaan.
Salah satunya soal CCTV di Rumah Dinas Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.
Hingga CCTV kompleks perumahan dinas polri Duren Tiga yang decodernya diganti tanpa sepengetahuan ketua RT.
Baca juga: Sosok Lee Si Woo, Pendatang Baru yang Curi Perhatian di Money Heist Korea, Jadi Model Sejak 13 Tahun
Baca juga: Akhirnya Terkuak Ini Alasan Bharada E Tak Terluka saat Baku Tembak dengan Brigadir J
Baca juga: Kisah Inspiratif Penjual Jagung Bakar di Manado Sukses Bagun Rumah Makan hingga Beli Kendaraan
Seno Sukarto, Ketua RT 05 RW 01 di Kompleks Polri daerah Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, buka suara terkait kejadian baku tembak dua anggota Polri, Brigadir J dan Bharada E.
Aksi penembakan yang menyebabkan tewasnya Brigadir J terjadi di rumah Kepala Divisi Pengamanan Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri Irjen Ferdy Sambo, Jumat (8/7/2022) sekitar pukul 17.00 WIB.
Seno mengungkapkan, berdasarkan keterangan sekuriti setelah peristiwa baku tembak itu terjadi, mulai dari beberapa polisi datang ke kediaman Ferdy Sambo hingga mengganti dekoder kamera CCTV kompleks.
"Itu katanya satpam. Saya sendiri karena kaki saya begini (sakit) tidak langsung ke sana. Saya hanya telepon aja, tanyain satpam bagaimana dan ada apa," kata Seno, Rabu (13/7/2022).
Foto : Ketua RT Duren Tiga, Irjen Seno Sukarto Kesal Usai Brigadir J dan Bharada E Baku Tembak Tak Ada yang Lapor, CCTV Diganti. (Warta Kota)
Polisi datangi rumah Irjen Ferdy Sambo
Seno mengungkapkan, keterangan dari sekuriti yang melapor kepadanya bahwa sejumlah polisi yang datang ke rumah Ferdy Sambo tanpa menggunakan seragam.
"Iya, itu rata-rata anggota," kata Seno.
Seno mengaku sempat menegur sekuriti karena tak menanyakan alasan kedatangan sejumlah anggota Polri ke rumah Ferdy Sambo.
Namun, kata Seno, sekuriti itu mengaku takut dan khawatir salah apabila menanyakan maksud kedatangan sejumlah polisi di rumah Ferdy Sambo.
"Memang satpam juga saya tanya, 'Kamu kok tidak mau periksa?'. Mereka takut salah. Jadi dia juga takut," ucap Seno.