News

Sederet Kejadian Janggal Usai Brigadir J Tewas, Dilarang Buka Peti Jenazah dan Rumah Dikepung Polisi

Usai kematian Brigadir J, keluarga mengungkapkan beberapa kejadian janggal yang menimpa mereka. bahkan rumah keluarga sampai dikepung polisi.

Editor: Isvara Savitri
DOK. HANDOUT
Keluarga ungkap 9 Kejanggalan Kematian Brigadir J, Ayah Ungkap Hal-hal yang Ditutupi Sejumlah Pihak. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Brigadir J tewas di rumah dinas Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7/2022).

Jenazahnya kemudian dimakamkan di kampung halamannya, Desa Suka Makmur, Kecamatan Sungai Bahar, Muarojambi, Jambi pada Senin (11/7/2022).

Tak berhenti sampai di situ, usai kematian anaknya, Samuel Hutabarat mengatakan sederet kejadian janggal menimpa keluarganya.

Samuel menyebut ada pihak yang berusaha meretas media sosial dan WhatsApp dirinya, istri, dan kakak Brigadir J.

"Orang itu mau menyelidiki kami, mencari sesuatu terkait almarhum untuk mengaitkannya dengan kami," kata Samuel di rumah duka, di Selasa (12/7/2022).

Pada aplikasi WhatsApp tertulis, "Kami menemukan upaya login yang biasanya tidak Anda gunakan. Kami sudah mengunci akun Anda untuk mengamankannya".

Dilarang buka peti jenazah

Samuel juga mengaku sempat dilarang membuka peti jenazah anaknya.

"Kita dilarang, tapi tidak dijelaskan kenapa peti jenazah tidak boleh dibuka?" kata Samuel.

Jenazah sampai ke rumah duka pada Sabtu (9/7/2022) sekitar 14.00 WIB.

Baca juga: Kantor dan Rumahnya Sempat Diserbu, Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa Kabur ke Maldives

Baca juga: Peringatan Dini BMKG Rabu 13 Juli 2022, Ini Daftar 25 Wilayah Berpotensi Cuaca Ekstrem

Keluarga sempat bersitegang dengan polisi yang mengantar, karena tidak boleh membuka peti jenazah dan tidak boleh mengambil gambar jenazah.

"Saya disuruh tanda tangan dulu, baru nantinya boleh dibuka. Saya tolak, karena itu sama dengan membeli kucing dalam karung. Nanti kalau terjadi masalah dan saya sudah tanda tangan, malah saya dipermasalahkan," kata Samuel.

Setelah lama bersitegang, akhirnya keluarga dibolehkan membuka peti jenazah, dengan catatan hanya orangtua, saudara kandung dan bibi yang boleh melihat.

Saat peti dibuka, orang lain diminta keluar ruangan.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved