Breaking News
Senin, 4 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Politik

Demokrat: Apa yang Dilakukan Zulhas Mirip Cara Jokowi, Kamhar: Ini Contoh Buruk

Aksi Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan membagi-bagikan minyak goreng kepada warga di Lampung dengan mengkampanyekan putrinya

Tayang:
Editor: Aswin_Lumintang
istimewa
Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Aksi Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan membagi-bagikan minyak goreng kepada warga di Lampung dengan mengkampanyekan putrinya, Futri Zulya Savitri, dalam Pileg 2024 terus menuai sorotan.

Jika sebelumnya disoroti Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kali ini Partai Demokrat menyoroti dengan lebih pedas.

Partai besutan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ini mengecam keras cara yang dilakukan Zulhas yang dianggap memanfaatkan kekuasaan dan fasilitas negara untuk pencitraan anaknya.

Hal ini ditegaskan oleh Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani, apa yang dilakukan Zulhas sangat tidak patut dan hal tersebut sangat disayangkan.

Futri Zulya putri pertama Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan di Istana Negara, Rabu (15/6/2022).
Futri Zulya putri pertama Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan di Istana Negara, Rabu (15/6/2022). (Istimewa)

"Membagi-bagikan minyak goreng yang saat ini menjadi komoditi sensitif yang tengah ditangani Kemendag disertai ajakan untuk memilih putrinya pada Pemilu mendatang tentunya hal yang memalukan dan tidak patut bagi seorang pejabat negara apalagi Menteri Perdagangan," kata Kamhar kepada Tribunnews, Selasa (12/7/2022).

Dia yakin publik telah membaca tindakan Zulhas sebagai penyalahgunaan kekuasaan karena mendahulukan kepentingan pribadi di atas tugas.

Meski begitu, Kamhar melanjutkan apa yang dilakukan Zulhas sejatinya tak berbeda dengan yang dilakukan Presiden Jokowi terhadap anak dan menantunya.

"Bedanya Pak Zulhas memakai tangannya sendiri sementara Pak Jokowi menggunakan tangan para pembantunya. Ini menjadi contoh buruk dalam ikhtiar pendewasaan demokrasi oleh penguasa," kata dia.

Baca juga: Diminta Pindahkan Motor, Warga Tuminting Manado Sulawesi Utara Malah Dihajar, Pelaku Ditangkap

Baca juga: Sejumlah Orangtua Siswa SD Negeri 114 Mengaku Tak Mau Dipindahkan ke SD Negeri 49 Manado

 

Karena itulah, dia menyarankan agar Zulhas fokus mengatasi persoalan minyak goreng, bukan hanya pada harga dan ketersediaan Migor.

"Tapi juga harga Tandan Buah Sawit yang anjlok sampai kurang dari Rp1000 per kg, ini sangat memukul petani sawit. Menjadi ironi ketika harga minyak goreng dan minyak sawit dunia sedang tinggi namun petani malah merugi. Dibandingkan dengan petani sawit Malaysia harga TBS bisa 4 kali lipatnya.

"Sebaiknya Pak Zulhas fokus memperbaiki kesalahan kebijakan Pak Jokowi yang menghentikan ekspor beberapa waktu yang lalu yang telah berimbas pada penyengsaraan petani sawit. Semestinya bersuka malah menjadi berduka akibat kebijakan Pak Jokowi yang tak tepat dan tak berdasar kajian yang memadai," tandas Kamhar.

 
Sebelumnya, video Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan atau membagikan minyak goreng (migor) gratis dan meminta anaknya, Futri Zulya Savitri, dipilih saat pemilu menjadi kontroversi.

Video viral yang dimaksud menampilkan Zulhas bersama putrinya, Futri, hadir dalam suatu acara.

Zulhas menyampaikan sambutan di hadapan ibu-ibu yang hadir dalam acara tersebut. Zulhas berinteraksi dengan ibu-ibu dan menanyakan program minyak goreng murah di eranya sebagai Mendag, Minyakita.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Demokrat soal Zulhas Bagi-Bagi Migor Sambil Kampanyekan Anak: Memalukan, Penyalahgunaan Kekuasaan!, https://www.tribunnews.com/nasional/2022/07/12/demokrat-soal-zulhas-bagi-bagi-migor-sambil-kampanyekan-anak-memalukan-penyalahgunaan-kekuasaan.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved