Bitung Sulawesi Utara

Potret Momen Idul Adha di Bitung Sulawesi Utara, Persaudaraan Tanpa Batas Antar Umat Beragama

Wali Kota Maurits Mantiri, Sebut Persaudaraan Lampaui Eksistensi Saat Malam Takbiran Hari Raya Idul Adha di Kota Bitung Sulawesi Utara.

Tribun Manado/Christian Wayongkere
Pawai takbiran hari raya idul adha 1443 Hijriiah tahun 2022 di Kota Bitung Sulawesi Utara. 

TRIBUNMANADO.CO.ID – Pawai takbiran Idul Adha 1443 Hijriah Tahun 2022 menjadi salah satu momen yang dinantikan masyarakat Bitung Sulawesi Utara

Bukan hanya umat muslim, pawai takbiran menjadi satu momen persaudaraan tanpa batas antar umat beragama di Bitung. 

Pawai takbiran hari raya idul adha 1443 Hijriiah tahun 2022 di Kota Bitung Sulawesi Utara.

Wali Kota Bitung Maurits Mantiri hadir bersama-sama masyarakat pada momen mulia ini.

“Kenapa mulia, karena perjumpaan di malam takbiran Sabtu malam tidak dengan paksaan, tapi karena kerinduan kita dalam menjalani persaudaraan yang rukun, tanpa batas, lampaui eksistensi kemanusiaan masing-masing dan menjaga peradapan yang telah diatur,” kata Maurits Mantiri, Sabtu (9/7/2022) malam.

Pihaknya menyampaikan rasa terima kasih yang sangat tinggi, untuk waktu dan kesempatan pergaulan yang menjasilkan satu hal hakimi bagi umat manusia tanpa perbedaan.

Maurits Mantiri mengatakan jangan karena perbedaan membuat masyarakat Kota Bitung punya sekat atau berjauhan, padahal sebagai sesama manusia harus hidup rukun dan damai serta persaudaraan.

Dengan perbedaan, buat masyarakat jauh padahal di tengah menghadapi kondisi saat ini di bangsa dan negara butuh hidup rukun agar anak bangsa kokoh dalam menhasilkan komitmen luar biasa untuk kota Bitung.

“Dari situlah bisa terpancarkan sinar cinta kasih jauhkan dari kebencian dan prasangka buruk semua dalam berakticivitas,” tambahnya.

Pada kesempatan itu Maurits menyampaikan semboyan dari suku Minahasa yakni “masawang-sawangan" dan "matombol-tombolan “masawang-sawangan" dan "matombol-tombolan".

Arianto Kadir Ketua PHBI Kota Bitung, menjelaskan terkait dengan Moderasi Beragama di Kota Bitung oleh Walikota Bitung perlahan mulai bangun harmoni kehidupan masyarakat kota Bitung, dari segala aspek, kehidupan sejak dilintas agama dan suka yang ada.

“Ini adalah konstruksi realitas, yang menjadi tempat pijakan terbangunnya sebuah harmoni baru kota Bitung menuju smart city. Dengan harmoni menjadikan masyarakat Bitung mendukung pemerintah Kota yang dalam gerak dan langkah yang sedang di tata dan dilaksanakan untuk menjadikan kota Bitung menjadi kota moderasi beragama," kata Arianto Kadir.

Pawai takbiran hari raya idul adha 1443 Hijriiah tahun 2022 di Kota Bitung Sulawesi Utara.

Ini diperkuat dengan Walikota Bitung telah di nobatkan atau dikukuhkan oleh Badan Kerjasama antar umat beragama, sebagai bapak moderasi beragama dan dikukuhkan langsung oleh Wakil Menteri Agama RIZianut Tauhid Sa’adi.

Dengan begitu, gaung moderasi beragama di Kota Bitung sampai ke Nasional dan jangan hanya menjadi simbol kosong.

Karena moderasi beragama, adalah harga diri bersama di Kota Bitung yang harus di wujudkan dan merambah ke daerah kabupaten kota di Sulut agar Sulut dan kota Bitung khususnya akan jadi warna baru ditampilkan di wilayah Timur Indonesia menuju Indonesia hebat kedepan.

Gelaran pawai takbiran hari raya idul adha tahun 2022, merupakan episentrum pertama dalam gerakkan kondisi sosial kemasyarakatan yang moderat, mendukung terciptanya kehidupan moderasi beragama.

“Terima kasih kepada saudara-saudara kami, dari lintas agama ada BSM, Panji Yosua, BKSAUA, FKUB, ormas adat Manguni Muda, Waraney, Brigade Manguni yang hadir di malam takbiran. Keadaan ini adalah sebuah fakta yang ditempatkan dan didiberikan ke pemeritnah, bahwa masyarakat kota Bitung benar siap wujudkan sebuah simbol moderasi beragama di Kota Bitung,” tandasnya.(crz)

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved