Polimdo
Alat Perebah Sapi di Manado Sulawesi Utara, Dibuat oleh Mahasiswa dan Dosen Politeknik Negeri Manado
Inilah alat khusus perebah hewan kurban sapi di Manado Sulawesi Utara. Dibuat oleh mahasiswa dan dosen Politeknik Negeri Manado.
Penulis: Ferdi Guhuhuku | Editor: Handhika Dawangi
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Inilah alat khusus perebah hewan kurban sapi di Manado Sulawesi Utara.
Dibuat oleh mahasiswa dan dosen Jurusan Teknik Mesin Prodi D3 Politeknik Negeri Manado.

Alat tersebut coba digunakan pada Minggu 10 Juli 2022 di Masjid An Nur Kairagi Dua, Kecamatan Mapangket, Kota Manado, Sulawesi Utara pada momen Idul Adha 1443 Hijriah.
Alat perebah kurban adalah alat untuk membantu merebahkan sapi dari posisi berdiri untuk mempermudah proses pemotongan. Sapi lebih mudah dikendalikan, mencegah kecelakaan karena tendangan maupun tandukan hewan terhadap juru potong maupun pekerja lainnya.
Ini Kata Perancang
Ariando Lantong salah satu mahasiswa yang merancang alat tersebut mengatakan awalnya memang sudah lama ada rencana untuk membuat alat perebah sapi tetapi belum terlaksana.
Nanti bertepatan dengan momen hari raya kurban kemudian alat ini dibuat sekaligus diuji coba langsung pada sapi kurban.
"Untuk rencananya buat alatnya sebenarnya sudah dari beberapa waktu lalu.
Dan ini momennya hari raya kurban. Jadi kita buat tentu sudah berkoordinasi dengan dosen pembimbing dan pihak kampus," ujar Ariando.
Tentang Alat Perebah
Kata Arlando alat perebah ini terbuat dari 6 besi bulat pipa panjang 6 meter.

Bagian alasnya menggunakan besi siku dengan panjang kiri ke kanan 6 meter,
Dari perancangan sampai selesai membutuhkan waktu sekitar 3 minggu.
Kata Dosen Pembimbing
Priyono, SST MT, Salah satu dosen yang mendampingi pembuatan alat tersebut mengatakan tujuan dari pembuatan alat tersebut adalah untuk mempermudah dalam penyembelihan hewan kurban dan tidak terlalu menyakiti sapi.
"Tujuannya tentu baik untuk mempermudah dalam penyembelihan sapi, dan tidak terlalu menyakiti sapi kalau di tanya apa perbadanan penyembelihan manual dan mengunakan alat ini pasti jauh berbeda," ujar Priyono.
Kata Priyono jika sebelumnya, warga seperti biasa, sapi harus ditarik, diikat, lalu dibanting.
Dengan alat ini hanya memasukkan sapi ke dalam alatnya, ikat lalu pelan-pelan kita rebahkan.
"Ini juga mencegah kecelakaan karena tendangan maupun tandukan sapi," ujar dia.
Sudah Ada yang Pesan
Kata Priyono, alat yang mereka buat sudah ada yang pesan.
Priyono mengatakan mereka bekerja sama dengan Program Penerapan IPTEK Pada Masyarakat( PIM) untuk pendanaan dalam pembuatan alat tersebut.
Dr. Ir. Jeanely Rangkang, M.Eng.Sc. selaku kepala (PIM) sangat mengapresiasi kerja mahasiswa dan dosen yang membuat alat tersebut.
Dia berharap alat perebah kurban sapi ini dapat membantu banyak masyarakat kedepan.
Nama-nama dosen dan mahasiswa Pembuatan Alat Perebah Kurban,
Nama Dosen Pembimbing
1.Priyono, SST.,MT.
2. Artian Sirun, ST., MT.
3. Franklin Bawano, ST., MT.
Mahasiswa Perancang
1. Riko alvandi Salawati, Pembuatan
2. Ariando Lantong, Perancangan
3. Doni Wijaya kusuma
Mahasiswa Pembantu Perancang
1. Rifandi Simbala
2. Bowo Agow ( Edi)