Manado Sulawesi Utara

Terkait Kasus Penganiayaan di Manado, Pengamat Hukum Ini Desak Polisi Harus Proses Hukum Pelaku

Pasca tertangkapnya tiga terlapor kasus kekerasan terhadap anak, MT (19), YT (18) dan CS (17), ikut membuat pengamat hukum Vebry Tri Haryadi

Penulis: Rhendi Umar | Editor: Chintya Rantung
Kolase Foto/Istimewa
Pengamat Hukum Vebry Tri Haryadi dan 3 Pelaku saat melakukan pemeriksaan di Polresta Manado 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pasca tertangkapnya tiga terlapor kasus kekerasan terhadap anak, MT (19), YT (18) dan CS (17), ikut membuat pengamat hukum Vebry Tri Haryadi buka suara.

Haryadi mengatakan para pelaku harus diproses hukum terhadap perbuatan penganiayaan yang dilakukan kepada anak.

"Harus diproses sesuai ketentuan yang ada supaya ada efek jera bagi mereka. Hal ini sudah kesekian kalinya terjadi di Manado," jelasnya kepada Tribun Manado Sabtu (9/7/2022).

Menurutnya, beberapa waktu lalu kejadian serupa pernah terjadi di wilayah hukum Polsek Malalayang, dan dia mendengar para pelaku tidak diproses hukum karena sudah ada perdamaian.

"Hal ini patut disayangkan juga, karena jelas ini tindak pidana umum dan bukan delik aduan, jadi apapun itu harus diproses hukum supaya tidak terjadi lagi hal-hal kekerasan terhadap anak ataupun kepada siapa saja. Sehingga para pelaku patut disanksi pidana," jelasnya.

Vebry menambahkan, para pelaku terancam dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana yang telah diubah oleh Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Dimana jelas pada Pasal 76C UU 35/2014 yang berbunyi setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan Kekerasan terhadap Anak," jelasnya.

Lanjutnya, para pelaku juga terancam sanksi pasal dalam UU Perlindungan anak dalam Pasal 80 UU 35/2014 ayat 1 dimana setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76C, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 tahun 6 bulan dan/atau denda paling banyak Rp72.000.000,00 (tujuh puluh dua juta rupiah).

"Ayat 2 dalam hal anak sebagaimana dimaksud pada ayat 1 luka berat, maka pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan atau denda paling banyak Rp100.000.000,00," jelasnya.

Diketahui sebelumnya, Polresta Manado meringkus ketiga terlapor kasus kekerasan terhadap anak.

Mereka menganiaya korban MVK (14), Warga Kelurahan Kombos Timur Kecamatan Singkil menggunakan tangan dan kaki hingga terjatuh.

Kasi Humas Polresta Manado Iptu Sumardi kejadian ini terjadi pada Jumat (1/7/2022) sekira pukul 21.00 Wita di Kelurahan Lawangirung Kecamatan Wenang.

Menurutnya kejadian ini dipicu karena sakit hati.

"Korban disebut telah memprofokasi ayah salah satu pelaku untuk memukul adik pelaku," ujar Sumardi Sabtu (9/7/2022).

Pelaku dan korban kemudian bertemu di TKP kemudian mereka langsung mendekati korban melakukan penganiayaan.

Lanjut Sumardi, berdasarkan hasil lidik, anggota kepolisian langsung melihat beberapa petunjuk dari video viral saat kejadian, kemudian Tim yang telah mengenali identitas pelaku Cs langsung melakukan penjemputan.

"Para pelaku kini sudah diserahkan ke penyidik Unit PPA Sat Reskrim Polresta Manado," jelasnya. (Ren)

Baca juga: Kecelakaan Maut Tadi Pukul 00.30 WIB, Pengendara Motor Tewas, Tabrak Pembatas dan Tiang Listrik

Baca juga: Militer Ukraina di Perbatasan Rusia Makin Terdesak, Putin Kerahkan Pasukan Serang Pinggiran Ukraina

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved