Berita Bolmong

Kisah Harry Laute Petani Cabai di Bolmong Sulawesi Utara, dari Penasaran hingga Raup Jutaan Rupiah

Ini cerita tentang Harry Laute, petani cabai asal Bolmong. Menggeluti profesi tani berawal dari penasaran. Kini ia meraup keuntungan jutaan rupiah.

Penulis: Sujarpin Dondo | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Sujarpin Dondo
Lahan baru yang sedang dipersiapkan Harry Laute, petani cabai di Bolmong Sulawesi Utara, untuk 1500 pohon cabai. Berawal dari penasaran, kini Harry Laute raup keuntungan hingga jutaan rupiah 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Harga cabai rawit (rica) yang meroket saat ini ternyata jadi berkah bagi petani.

Salah satu petani asal Desa Mopait, Kabupaten Bolmong bernama Harry Laute salah satunya.

Ari sapaan akrabnya saat ditemui wartawan TribunManado.co.id, belum lama ini mengaku, dengan harga cabai yang meroket juga menjadi berkah baginya sebagai petani cabai.

"Harga cabai (rica) yang saat ini meroket sangat membantu," ucap Ari.

Ari mengaku awal mula dirinya turun ke dunia budi daya cabai ini karena rasa penasaran dengan hasil dan bagaimana cara merawat hingga bisa dipanen.

"Awal 2018 saya penasaran dengan petani cabai dan lahan yang ada di desa tetangga, dan hal itu membuat saya tertarik untuk jadi petani cabai," tambahnya.

Akhirnya pada 2018 itu petani milenial ini mencoba untuk bertani dan menanam cabai.

"Hingga akhirnya pada tahun 2018 saya mencoba dan memulai menanam cabai," ucapnya.

Seiring berjalan waktu Ari terus mengembangkan skilnya dengan bergabung pada komunitas budi daya cabai di tempatnya bernama mareta totabuan.

"3 bulan terakhir ini saya sudah memanen cabai dan hasilnya ada 500 Kg yang dikumpulkan dari 600 pohon," jelas Ari.

Saat ini Ari mengaku selain 600 pohon tersebut, dirinya juga sedang mempersiapkan lahan untuk sekitar 1500 pohon cabai.

"Sekarang ada lahan yang saya tambah isi lahan tersebut saya hitung bisa 1500 pohon semoga panen depan hasil dan harganya sesuai harapan," ucapnya.

Ari juga mengatakan bahwa modal awalnya untuk memulai dia harus merogoh kantong sebesar Rp 4 juta.

"Modal saya pertama kali 4 juta dan saat ini per panen saya bisa mendapatkan 12 juta, jadi keuntungan saya per panen bisa Rp 8 juta per panen," tandasnya.

Kecelakaan Maut, Seorang Istri Tewas di Tempat, Pasutri Kendarai Mobil Pikap Tabrak Tiang Listrik

Terungkap Kisah Cinta Sule dan Nathalie Holscher, Pasangan Beda Usia 16 Tahun, Terancam Bercerai

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved