Senin, 27 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pemilu 2024

PKB Sulawesi Utara Percaya Diri Hadapi Pemilu 2024, Klaim Punya Pengurus 171 Kecamatan

PKB lengkap punya kepengurusan di 171 kecamatan, dari Pinagoluman sampai di Miangas. Kata Yusra Alhabsyi.

Penulis: Ryo_Noor | Editor: Handhika Dawangi
Tribun Manado/Ryo Noor
Yusra Alhabsyi Ketua Harian DPW PKB Sulawesi Utara ketika menyabut kunjungan Conny Rumomdor Ketu DPD Partai Gerindra Sulut 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Sulut makin percaya diri menghadapi Pemilu 2024.

Sejak dipimpin Luqman Hakim selalu Ketua DPW PKB Provinsi Sulut, PKB membangun jejaring struktur organisasi.

Sekadar informasi Luqman Hakim merupakan Anggota DPR RI Dapil Jawa Tengah VI. Khusus diutus DPP PKB untuk memperkuat organisasi PKB di Provinsi Sulut.

Luqman Hakim menjabat Ketua DPW PKB Sulut menggantikan Gretty Tielman yang sudah menjabat beberapa periode sebagai ketua.

Belakangan PKB Sulut mengklaim sudah punya kepengurusan hingga ke tingkat Kecamatan, bahkan terus merambah ke desa/kelurahan bahkan lingkungan.

Ketua Harian sekaligus Sekretaris DPW PKB Sulut, Yusra Alhabsyi mengungkapkan, PKB kini telah memiliki Struktur di 171 Kecamatan tersebar di seluruh 15 Kabupaten/Kota se-Provinsi Sulut

"Kita sudahmenyelesaikan pembentukan pengurus 171 kecamatan di Sulut," kata Anggota DPRD Sulut itu kepada tribunmanadio.co.id, Rabu (6/7/2022).

Yusra Alhabsyi mengatakan, terbentuknya Pengurus di 171 Kecamatan ini membukukan catatan sejarah baru bagi Parpol Besutan Gus Dur ini.

"Ini sejarah, PKB lengkap punya kepengurusan di 171 kecamatan, dari Pinagoluman sampai di Miangas, " ungkap Ketua GP Anshor Provinsi Sulut ini.

Namun ia tak kemudian mengklaim prestasi itu milik Pengurus PKB Sulut yang baru, itu bisa terwujud dengan bantuan pengurus lama

"Tanpa pengurus lama kita tak bisa apa- apa, " ujarnya.

PKB memang belum bisa berbuat banyak menghadapi persaingan dengan Parpol lain. Catatan terakhir di Pemilu 2019, PKB masih tertinggal jauh dibanding parpol papan atas semisal PDIP, Nasdem, dan Golkar.

Pada Pemilu 2019, PKB tak berhasil mengirimkan wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Sulut ke DPR RI. Sejak Pemilu berlangsung belum satu pun kader PKB asal Sulut berkiprah di Senayan.

Di DPRD Provinsi Sulut, PKB hanya punya sebiji kursi diduduki Yusra Alhabsyi yang maju dari daerah pemilihan III Bolmong Raya.

Sementara itu di tingkat DPRD Kabupaten/Kota, PKB hanya menempatkan kadernya di 6 dari 15 daerah. Bolmong Raya masih jadi daerah lumbung suara PKB.

Rinciannya DPRD Bolmong 4 kursi, DPRD Kotamobagu (3), DPRD Bolmut (2) .

Kemudian DPRD Boltim, DPRD Bolsel, dan DPRD Minut masing-masing 1 kursi.

Prabowo-Cak Imin

Sebelumnya PKB dan Partai Gerindra melakukan silaturahmi, Senin (4/8/7/2022)

Kedua pengurus Parpol tersebut bertemu di Sekretariat PKB Sulut, Kota Manado.

Pimpinan Gerindra dan PKB sudah bertemu membahas soal masa depan Indonesia, visi beser menuju Pemilu 2024. Pertemuan ini direspon mayoritas kader.

Dalam pertemuan itu pun disentil soal dukungan untuk Prabowo Subianto dan Muhaimin IIskandar untuk diusung berpasangan di Pilpres 2024.

"Pemilu sebelumnya belum sempat Koalisi dengan Gerindra. Dengan Keikhlasan capres Prabowo, mengajak Cak imin bersama PKB berbaris bersama. Semoga Koalisi ini bisa dimulai dari Sulut," ujarnya.

Koalisi ini akan mengusung pasangan calon boleh diklaim paling diminati Rakyat Indonesia khususnya di Sulut.

"Sang Jenderal dan Sang Santri siapa bisa mengalahkan, " ungkap Yusra Alhabsyi

PKB kata dia, sekali berkomitmen tidak akan mundur atau mengkhianati.

"Belum ada sejarah PKB berkhianat di pertarungan Pilpres dulu dan di masa depan," kata dia.

Yusra Alhabsyi mengatakan, Partai Gerindra begitu tegar menjaga kebhinekaan, titiknya sama sejarah lahirnya PKB

"Kebhinekaan kita jaga, NKRI harus kita pertahankan apapun risikonya," ujarnya.

Yusra Alhabsyi menganalisa ketika Pilpres 2019 di Provinsi Sulut, dominasi Jokowi- Maaruf cukup kuat.

''Dikampung saya menang telak, ini tantangan besar Koalisi kita, tapi bukan tidak mungkin menang di Sulut," ungkap dia.

Prabowo merupakan Keturunan Minahasa, namun ketika Pilpres lalu agak salah isu dipakai hingga merugikan pasangan itu.

"Maka menghindari isu identitas yang dimainkan kelompok lain. Kita akan evaluasi besar - besaran pertarungan Pilpres. Cocok PKB anti sektarian, dan identitas agama dibawa urusan politik," ujarnya.

Sebuah baliho besar bergambar Prabowo Subianto Ketua Umum Partai Gerindra dan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin Ketua Umum PKB menjadi latar dari pertemuan ini.

Di Baliho itu tertera label Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya. (Ryo)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved