Kecelakaan Lalu Lintas
Kecelakaan Maut, Seorang Pemotor CB 150 R Tewas, Korban Bertabrakan dengan Mobil Ambulans
Kecelakaan maut pemotor meninggal usai tabrakan dengan mobil ambulans di Jalan Raya Jeruklegi Cilacap – Wangon
TRIBUNMANADO.CO.ID - Terjadi kecelakaan maut di Jalan Raya Jeruklegi Cilacap – Wangon, Cilacap, Jawa Tengah.
Peristiwa kecelakaan tersebut melibatkan kendaraan sepeda motor dan ambulans.
Akibatnya seorang pengendara motor meninggal dunia.
Baca juga: Pengurus PSI Minsel Bagikan Bantuan untuk Korban Bencana Pantai Amurang Sulawesi Utara
Baca juga: Tim Medis Puskesmas Motoling Timur Melayani di Pos Pengungsian Bencana Pantai Amurang Sulawesi Utara
Baca juga: Teuku Ryan Suami Ria Ricis Mandi Hujatan Netizen Setelah Peluk Wanita Lain: Tunggu Tanggapan Ustazah
Diketahui insiden tersebut terjadi pada siang hari.
Korban yang mengendarai sepeda motor CB 150 R tabrakan dengan mobil ambulans.
Seorang pengendara sepeda motor CB150R berinisial R (31) meninggal dunia setelah bertabrakan dengan mobil ambulans di Jalan Raya Jeruklegi Cilacap – Wangon.
Meski sudah dilarikan ke rumah sakit, nyawa R tak terselamatkan. Ia pun meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Cilacap IPDA Adim Haryoko mengatakan, kecelakaan tersebut terjadi Selasa (5/7/2022).
Foto Ilustrasi kecelakaan honda CB150R. (Istimewa)
Saat kejadian, dua sepeda motor jenis CB150R dikendarai warga Maos Cilacap dan Kemranjen Banyumas melaju dari arah Selatan ke Utara.
Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), kondisi jalan menikung, kemudian dari arah berlawanan Utara ke Selatan melaju kendaraan ambulans (tidak membawa pasien) yang diduga mendahului kendaraan tak dikenal.
”Karena jarak sudah dekat sehingga terjadi laka lantas. Akibat kecelakaan tersebut, seorang pengendara sepeda motor CB150R berinisial R (30) warga Desa Klapagada, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap dilaporkan meninggal dunia usai sempat dilarikan ke rumah sakit,” katanya seperti dikutip.
Saat ini, kasus kecelakaan tersebut ditangani Unit Gakkum Satlantas Polres Cilacap. Petugas juga sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Kecelakaan Lain Pemotor Tabrak Pembatas Jalan
Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Sentani-Waena, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua, Senin (4/7/2022).
Kecelakaan tunggal dialami pengendara sepeda motor Honda Beat.
Pengendara berinisial BY (20) mengalami luka-luka.
Sementara, penumpang berinisial SY (16) meninggal dunia.
Foto Ilustrasi kecelakaan maut. (Istimewa/Facebook)
Kapolsek Sentani Timur Iptu Yohan Ongge membenarkan, kecelakaan tunggal yang terjadi di dekat Rumah Makan Yougwa, Distrik Sentani Timur, Jayapura.
"Keduanya menggunakan sepeda motor Honda Beat warna putih dengan nomor polisi PA 6513 RU mengalami laka tunggal, sehingga mengakibatkan penumpang kendaraan meninggal dunia di tempat kejadian,” ungkap Yohan di Jayapura, Senin siang.
Yohan menjelaskan, kecelakaan itu berawal dari motor yang ditumpangi korban melaju dari arah Waena menuju Sentani dengan kecepatan tinggi.
“Sesampainya di tikungan setelah rumah makan Yougwa pengendara melihat ke belakang dan tidak fokus ke depan, sehingga menabrak pembatas jalan,” tuturnya.
Akibat kecelakaan ini, kata Yohan, kedua korban dilarikan ke rumah Sakit Dian Harapan di Waena, Kota Jayapura, untuk mendapatkan perawatan.
“Sayang nyawa penumpang SY tidak bisa tertolong akibat benturan keras yang dialami dan luka robek yang dialami, sehingga korban meninggal dunia di lokasi kejadian.
Etika Berkendara Bagi Pengendara Sepeda Motor
Etika berkendara itu mutlak diperlukan. Tujuannya adalah untuk menghormati, menghargai dan menjaga keselamatan orang lain. Kebanyakan pemakai jalan JARANG yang punya motto sedia payung sebelum hujan, biasanya kehujanan dulu baru pakai payung. Nah, demikian pula dengan pengendara sepeda motor yang belum beretika, kalau belum kejadian belum jera.
Siapapun pasti tidak akan pernah mengharapkan celaka. Lalu solusinya bagaimana? Tentu saja dimulai dari diri kita sendiri. Adapun tips-tips untuk meminimalkan kejadian yang tidak menyenangkan saat berkendara seperti celaka atau mencelakakan orang lain adalah:
1. Pastikan kondisi fisik dan jiwa yang sehat, lakukan pemanasan sebelum berangkat ke tujuan
2. Pastikan sepeda motor yang akan digunakan benar-benar siap selama dalam perjalanan, mulai dari kesiapan kondisi mesin kendaraan, ban, rem, kopling, oli, handle gas, lampu depan, lampu rem, sign, rantai, busi, bahan bakar dan surat-surat (SIM dan STNK).
3. Gunakanlah helm full face atau helm standar (SNI) baik bagi pengemudi maupun pembonceng. Memakai kacamata dengan UV (Ultra Violet) protection di siang hari agar tidak silau dan pandangan mata lebih jelas.
4. Menyangkut kemungkinan perubahan cuaca, pengendara sepeda motor harus mempersiapkan jaket, sepatu, body protector, sarung tangan, kacamata dan jas hujan.
5. Bagi pembonceng wanita, sebaiknya tidak duduk menyamping melainkan harus menghadap ke depan.
6. Untuk menyeberang pastikan lalu lintas aman, barulah menyeberang.
7. Perjalanan di kota kecepatan tidak lebih dari 60km/jam, jangan berjalan dengan zig-zag, apalagi jika memboncengkan balita atau orang tua.
8. Jangan membawa muatan yang melebihi ketentuan (lebih dari 2 Orang).
9. Patuhilah rambu-rambu lalu lintas sepanjang rute perjalanan dan etika berlalu lintas.
10. Nyalakan lampu utama pada siang hari dan gunakan lajur jalan paling kiri.
11. Hal yang tak kalah penting adalah berdoa memohon keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebelum mengawali perjalanan.
Kita tidak pernah tahu dan tidak pernah mau celaka, tetapi kalau bisa dicegah kenapa tidak? Disiplin berlalu lintas bukan hanya milik Petugas Kepolisian tetapi milik kita semua agar selamat sampai di tujuan.
Jadilah pelopor keselamatan berlalulintas, dan budayakan keselamatan sebagai kebutuhan. (Divisi Humas Polri)
Sebagian telah tayang di Kompas.com