Manado Sulawesi Utara

BI Sulawesi Utara Beber Pemicu Harga Barito: Efek La Nina, Pupuk Mahal, Stok Dijual ke Luar Daerah

Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara membeber penyebab tingginya harga komoditas pangan, khususnya cabai rawit (rica), bawang merah dan tomat.

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Chintya Rantung
Fernando Lumowa/Tribun Manado
Pedagang barito di Pasar Bersehati Manado menunggui dagangannya. Harga bawang merah dan rica naik karena pasokan dari daerah sentra berkurang. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara membeber penyebab tingginya harga komoditas pangan, khususnya cabai rawit (rica), bawang merah dan tomat.

Saat ini, harga bawang merah dan rica masih di atas Rp 60 ribu per kilogram. Harga mulai turun pekan ini setelah hingga pekan lalu rica menyentuh Rp 100 ribu lebih per kilogram.

Kepala Perwakilan Divisi Perumusan dan Implementasi Kekda BI Sulut, Fernando Butarbutar mengungkapkan, ada beberapa penyebab utama harga naik.

"Suplai bawang merah dan cabai rawit dari daerah penghasil memang kurang," kata Fernando usai sidak pasar, Rabu (06/07/2022).

Katanya, kenaikan harga barito adalah fenomena nasional. Efek La Nina yang masih berlanjut membuat curah hujan tinggi di sebagian besar wilayah Indonesia.

Ini menyebabkan sejumlah sentra tanaman pangan gagal panen. Termasuk Bima di NTT dan Enrekang, Sulsel, sentra bawang merah.

Begitu juga produksi cabai di Jatim dan Gorontalo.

Kemudian, harga pupuk yang meningkat sejak tahun 2021. Hal ini efek ekonomi global. Perang Rusia Ukraina berdampak pada pasokan bahan baku pupuk di Indonesia.

"Selain itu, efek jelang Idul Adha, memicu sentimen kenaikan harga," katanya lagi.

Fakta lainnya, pasokan yang kurang turut dipengaruhi sebagian stok rica di Sulut yang dijual ke luar daerah.

Katanya, BI dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) tak bisa mengintervensi ketika petani dan pedagang menjual rica dari Sulut ke luar daerah.

"Hukum pasar seperti itu. Kita tak bisa membatasi distribusi. Apa yang bisa kita lakukan melakukan pemantauan dan diagnosa penyebab pemicu harga dan mencari jalan keluarnya," katanya lagi.

Meski harga naik, BI melihat stok barito di Sulut masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. "Paling penting barangnya ada dan harga masih bisa dijangkau," ujarnya.

BI juga melihat tak ada indikasi permainan dan praktik penimbunan yang menyebabkan kenaikan harga.(ndo)

Baca juga: Poros Ketiga Dinilai Sulit Berjuang dalam Pilpres 2024, PDIP dan KIB Sangat Kuat

Baca juga: Puncak Haji Armuzna Semakin Dekat, Jemaah Haji Sulawesi Utara di Jeddah Semakin Memantapkan Diri

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved