Sangihe Sulawesi Utara

Arsitek di Sangihe Sulawesi Utara Didorong Kantongi STRA

Arsitek yang ada di kepulauan Sangihe yang belum memilliki STRA untuk segera mengurusnya di Dewan Arsitek Indonesia.

Penulis: Nelty Manamuri | Editor: Chintya Rantung
Ist
Anggota Dewan Arsitek Indonesia Stefanus Manahampi saat memaparkan materi dalam seminar DEKKSON KNOWLEDGE di Dialoog Hotel Tahuna belum lama ini. 

TRIBUNMANADO.CO.ID – Menjadi Arsitek wajib memiliki Surat Tanda Registrasi Arsitek (STRA) karena ini merupakan bukti tertulis bagi Arsitek untuk dapat melakukan Praktik Arsitek.

Hal ini diungkapkan salah satu anggota Dewan Arsitek Indonesia Stefanus Manahampi saat memaparkan materi dalam seminar DEKKSON KNOWLEDGE di Dialoog Hotel Tahuna Sangihe Sulawesi Utara belum lama ini.

“Pemegang STRA bertanggungjawab baik secara moril maupun materil atas aspek keandalan dan keselamatan pada bangunan yang dirancangnya.

Tanggung jawab ini berlaku di hadapan hukum, sehingga dapat memberikan perlindungan kepada masyarakat juga terhadap karya arsitektur Indonesia,” ungkap Putra Mantan Bupati Sangihe Freddy Manahampi.

Putra Nusa Utara ini juga berharap, bagi para Arsitek yang ada di kepulauan Sangihe yang belum memilliki STRA untuk segera mengurusnya di Dewan Arsitek Indonesia.

“Memang harus ada dorongan dari arsitek itu sendiri untuk mengurus STRA ini, karena nantinya ketika berpraktek secara ilegal mereka sendiri yang akan kena. Sehingga diharapkan, pemerintah kabupaten juga harus menegakan aturan dan mendorongnya,” kata dia.

Pengurusan STRA ini menurut dia, mudah dan tidak dipersulit sebab kalau arsitek itu sudah memiliki Sertifikat Keahlian Arsitek (SKA) yang dikeluarkan oleh Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK), tinggal di konfersi ke STRA melalui Dewan Arsitek Indonesia.

“Karena dalam UUD nomor 6 tahun 2017 tentang Arsitek dan PP 15 tahun 2021 tentang pelaksanaan undang– undang arsitek yang didalamnya seseorang yang disebut arsitek harus memilki Surat Tanda Registrasi Arsitek (STRA),” ungkap putra Nusa Utara ini.

“Sama halnya dengan profesi lain, profesi Arsitek juga memiliki Undang-Undang yang mengatur sekaligus memberi perlindungan dan kepastian hukum untuk arsitek, pengguna jasa arsitek, praktik arsitek, karya arsitektur, dan masyarakat,” tutur Putra Mantan Bupati Sangihe Freddy Manahampi. (Nel)

Baca juga: Seorang Polisi di Depok Ditemukan Meninggal Dunia, Ternyata Ini Penyebabnya

Baca juga: Puan Maharani Keliling Indonesia Bertemu Kader PDIP, Gantikan Megawati Karena Alasan Kesehatan

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved