Berita Politik

Gerindra-PKB Silaturahmi di Sulawesi Utara, Yusra Alhabsyi: Jenderal dan Santri Siapa Bisa Kalahkan

Jajaran DPD Partai Gerindra Sulawesi utara menyambangi Sekretariat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi utara, Kota Manado Sulawesi utara

Penulis: Ryo_Noor | Editor: Chintya Rantung
Ryo Noor/Tribun Manado
Partai Gerindra Sulawesi utara ketika menemui Pengurus DPW PKB 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Jajaran DPD Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Sulawesi utara menyambangi Sekretariat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi utara, Kota Manado, Senin (4/7/2022) sore.

Partai Gerindra Sulawesi utara dipimpin langsung Ketua DPD Conny Rumondor ketika menemui Pengurus DPW PKB Sulawesi utara disambut Sekretaris DPW PKB Sulawesi utara, Yusra Alhabsyi.

Silaturahmi ini pun langsung saja menyentil soal Capres dan Cawapres.

Yusra Alhabsyi mengaku kaget ketika menerima surat dari Partai Gerindra yang ingin bersilaturahmi dengan PKB

"Partai Gerindra merupakan satu - satunya Parpol punya keikhlasan diri, terbuka untuk berkomunikasi aktif bahkan berkunjung ke Sekretariat PKB, " ujar Anggota DPRD Sulut ini.

Pimpinan Gerindra dan PKB sudah bertemu membahas soal masa depan Indonesia, visi beser menuju Pemilu 2024. Pertemuan ini direspon mayoritas kader.

"Pemilu sebelumnya belum sempat Koalisi dengan Gerindra. Dengan Keikhlasan capres Prabowo, mengajak Cak imin bersama PKB berbaris bersama. Semoga Koalisi ini bisa dimulai dari Sulut," ujarnya.

Koalisi ini akan mengusung pasangan calon boleh diklaim paling diminati Rakyat Indonesia khususnya di Sulut.

"Sang Jenderal dan Sang Santri siapa bisa mengalahkan, " ungkap Yusra Alhabsyi

PKB kata dia, sekali berkomitmen tidak akan mundur atau mengkhianati.

"Belum ada sejarah PKB berkhianat di pertarungan Pilpres dulu dan di masa depan," kata dia.

Yusra Alhabsyi mengatakan, Partai Gerindra begitu tegar menjaga kebhinekaan, titiknya sama sejarah lahirnya PKB

"Kebhinekaan kita jaga, NKRI harus kita pertahankan apapun risikonya," ujarnya.

Yusra Alhabsyi menganalisa ketika Pilpres 2019 di Provinsi Sulut, dominasi Jokowi- Maaruf cukup kuat.

''Dikampung saya menang telak, ini tantangan besar Koalisi kita, tapi bukan tidak mungkin menang di Sulut," ungkap dia.

Prabowo merupakan Keturunan Minahasa, namun ketika Pilpres lalu agak salah isu dipakai hingga merugikan pasangan itu.

"Maka menghindari isu identitas yang dimainkan kelompok lain. Kita akan evaluasi besar - besaran pertarungan Pilpres. Cocok PKB anti sektarian, dan identitas agama dibawa urusan politik," ujarnya.

Adapun, Sebuah baliho besar bergambar Prabowo Subianto Ketua Umum Partai Gerindra dan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin Ketua Umum PKB menjadi latar dari pertemuan ini.

Di Baliho itu tertera label Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya. (Ryo)

Baca juga: Gempa Terkini Guncang Jawa Timur Senin 4 Juli 2022 Sore, Info BMKG Guncang Darat, Ini Magnitudonya

Baca juga: Pengamat: Pertemuan Jokowi dengan Putin dan Zelensky Strategis untuk Sukseskan G20 di Indonesia

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved